Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Menelusuri Istana Golestan

Kamis 27 Jun 2019 09:38 WIB

Red: Agung Sasongko

Museum Istana Golestan di kota Teheran.

Museum Istana Golestan di kota Teheran.

Foto: Republika/Maman Sudiaman
Sebagian besar Istana Golestan merupakan tempat tinggal dan kantor kerajaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Istana Golestan atau dalam bahasa Persia, Kakheh Golestan, adalah kompleks kerajaan Dinasti Qajar (1794-1925). Istana ini merupakan bangunan bersejarah yang masih tersisa dari masa kegemilangan Teheran sejak era Dinasti Safawiyah (1501-1736) dari masa-masa imperium Persia. Dibangun pertama kali oleh Karim Khan Zand, seorang suksesor Shah yang kemudian mendirikan Dinasti Zand (1750-1794).

Benteng Arg—dalam bahasa Persia—kemudian dimodifikasi ulang pada era raja-raja Dinasti Qajar. Bangunan ini sebagian besar difungsikan sebagai tempat tinggal dan kantor kerajaan dengan dua pembagian interior dan eksterior. 

Seperempat ekterior bangunan istana ini terpisah dengan bagian administrasi istana dan bagian kebun mawar yang dikenal dengan istilah Golestan. Dari sinilah nama istana tersebut berasal. Kedua bagian ini terpisahkan oleh beberapa bangunan yang merupakan bangunan asrama bagi para selir yang kemudian hancur ketika runtuhnya imperium Persia terakhir Iran, Dinasti Pahlevi (1925-1979). 

Terdapat dua kebun yang terhubung, yang lebih kecil di sebelah barat dan yang lebih besar sebelah timur. Taman kecil di sebelah barat istana ini dinamakan Taman Takht e Marmar sedangkan taman yang lebih besar yang disebut Taman Golestan. Takht e Marmar adalah sebuah singgasana marmer yang dibuat pada masa Fath Ali Shah (1797-1834), Shah kedua pada Dinasti Qajar. 

Di antara keduanya terdapat bangunan air mancur (Howz Khaneh) dengan saluran air mengalir harmonis di tengah taman. Menuju akses utama dari halaman Panzdah Khordad di sudut barat bangunan ini, segera dapat memandang kolam renang memanjang hingga Taman Takht e Marmar. 

Di sisi barat Taman Takht-i Marmar dipisahkan oleh tembok jalan Davar. Sepanjang sisi timurnya, taman ini terbuka pemandangan Taman Golestan dan di sudut tenggara yang satu Kakh e Ab'yaz terletak. Ke arah timur, dapat dilihat relung dinding melengkung dihiasi dengan ubin polikrom. Tembok ini mengarah ke Shams al-Imarat yang terletak di bagian selatan dinding timur Taman Golestan. 

Selama era Dinasti Pahlevi, Istana Golestan digunakan untuk kegiatan acara formal kerajaan hingga Shah terakhir Iran, Mohammad Reza Pahlavi. Ia kemudian menyelesaikan bangunan komplek Istana Niavaran sebagai kompleks istana baru. Salah satu acara seremonial paling penting yang pernah dilakukan di Istana Golestan ini adalah dua Shah Pahlevi. Reza Khan Pahlevi (1925-1941) sebagai Shah pertama Dinasti Pahlevi dan Mohammad Reza Pahlevi sebagai Shah kedua dan sekaligus terakhir sebelum akhirnya terjadi Revolusi Islam Iran pada 1979.

Pada masa Reza Khan Pahlevi, antara 1925-1945, sebagian besar bangunan istana dan peninggalan Dinasti Qajar dihancurkan dengan alasan pembangunan gaya bangunan modern. Pembangunan dan pengembangan kompleks Istana Golestan terus terjadi selama lima abad, bersamaan dengan pertumbuhan dan ekspansi Teheran sebagai ibu kota Iran. Bangunan kompleks telah dibangun dan dimodifikasi selama empat dinasti yang berbeda, di antaranya, Dinasti Safawi, Zand, Qajar, hingga Pahlevi. 

Alhasil, Istana Golestan pun muncul dengan bangunan yang memiliki sejarah 400 tahun penuh konstruksi dan renovasi. Ini membuat bangunan istana memiliki kisah sejarah unik dalam setiap sisi arsitekturnya, penuh dengan gaya kontemporer perpaduan kuno Persia dan era modern.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA