Selasa 17 Mar 2026 10:13 WIB

AS-Israel Terus Hancurkan Pangkalan Militer, Begini Cara Rudal-Rudal Iran Bisa Tetap Meluncur

Iran menggunakan peluncur seluler yang sulit dideteksi.

Penampakan kerusakan setelah serangan rudal semalaman dilaporkan menghantam daerah perumahan dekat kota Shoham, Israel tengah, 14 Maret 2026.
Foto: EPA-EFE/ABIR SULTAN
Penampakan kerusakan setelah serangan rudal semalaman dilaporkan menghantam daerah perumahan dekat kota Shoham, Israel tengah, 14 Maret 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Amerika Serikat (AS) mengklaim serangan gabungan bersama Israel ke Iran telah mengurangi kapasitas peluncuran rudal dan drone negara tersebut secara drastis.

Meski demikian, para ahli memperingatkan bahwa Teheran masih memiliki kemampuan yang cukup untuk memberikan hantaman mematikan bagi lawan-lawannya.

Baca Juga

Gedung Putih pada Sabtu (14/3/2026) mengeklaim kapasitas rudal balistik Iran telah hancur secara fungsional dan angkatan lautnya tidak lagi efektif dalam pertempuran. "Operasi Epic Fury membuahkan hasil masif," tulis pernyataan tersebut, merujuk pada operasi militer yang dimulai sejak 28 Februari lalu.

Al Jazeera melaporkan, jumlah rudal dan drone yang ditembakkan Iran ke negara-negara Teluk dan Israel memang menunjukkan penurunan. Pada hari pertama perang,  Iran meluncurkan 167 rudal dan 541 drone ke Uni Emirat Arab (UEA). Sampai hari ke-15, hanya empat rudal dan enam drone yang ditembakkan.

Sementara, serangan rudal Iran terhadap Israel dilaporkan turun dari hampir 100 proyektil per hari menjadi angka satu digit dalam beberapa hari terakhir. Versi Pentagon, peluncuran rudal turun hingga 90 persen, sementara serangan drone berkurang 86 persen dibandingkan hari pertama pertempuran.

Video dirilis IRGC pada Senin (9/3/2026) menggambarkan peluncuran rudal Khorramshahr-4 menuju Tel Aviv, Israel.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement