Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Jamie Bahagia dengan Keislamannya

Kamis 27 Jun 2019 08:08 WIB

Red: Agung Sasongko

mualaf ilustrasi

mualaf ilustrasi

Foto: onislam.net
Jamie tidak pernah berpikir sepanjang hidupnya bahwa dia menjadi seorang Muslimah.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Sebenarnya, Jamie tidak pernah berpikir sepanjang hidupnya bahwa dia akan menjadi seorang Muslimah. Mantan model Playboy ini baru saja masuk Islam pada 2010.

Hingga kini, dia masih tidak percaya dirinya menjadi bagian dari Islam. Sebelum menjadi Muslimah, Jamie bukan orang yang sangat konservatif. Ia terbiasa melakukan aktivitas apa pun, termasuk berolahraga, seperti snowboarding, sky, dan sebagainya.

Bahkan, sebagai seorang model di Hollywood, Jamie bisa mendapatkan apa saja yang dia inginkan. Saat memutuskan menjadi Muslimah, semua orang di lingkungan kerjanya sangat terkejut. Mereka tidak percaya Jamie meninggalkan gemerlap Hollywood hanya untuk menjadi Muslimah.

Namun, saat ini Jamie sangat bangga dan bahagia dengan keislamannya. Dia bahkan sudah mengenakan hijab. Sengaja menunjukkan pada dunia bahwa kini dia telah berstatus Muslimah. Dia tidak peduli jika banyak yang membencinya. “Saya ingin menunjukkan kepada mereka bahwa Allah ada untuk semua orang, bukan hanya untuk orang Timur Tengah,” ujar Jamie seperti dilansir dari Islamstory.com pada (16/7). 

Obat terlarang 

Profesi model dan gemerlapnya dunia Hollywood telah Jamie rasakan selama lima tahun sebelum ia berstatus sebagai Muslimah. Saat itu, Jamie sering mengonsumsi obat-obatan terlarang. Awalnya, dia berpikir bisa mengontrol penggunaan obat haram tersebut. Dia bahkan yakin dirinya tidak akan kecanduan. Karena, menggunakannya hanya sebagai alat bantu menurunkan berat badan.

Jamie mulai memakai obat terlarang untuk mencegahnya makan terlalu banyak. Setelah beberapa pekan, hal yang menakutkan mulai terjadi. Jamie menjadi kecanduan obat mematikan tersebut. Selama lima tahun, Jamie menjadi pecandu obat terlarang bersama suaminya. Suami Jamie adalah pria keturunan Iran. Bagi Jamie, suaminya sangat kasar dan kerap melakukan kekerasan terhadapnya. Jamie mulai takut dengan hidupnya.

Jamie yang tak tahan dengan kehidupannya akhirnya memutuskan untuk berhenti mengonsumsi obat terlarang. Jamie meyakinkan padanya bahwa apa yang dilaluinya selama ini bukanlah hal yang diinginkannya.

Setelah berhenti mengonsumsi obatobatan terlarang, Jamie melahirkan anak pertamanya. Seluruh hidup Jamie difokuskan membesarkan buah hatinya. Sejak memiliki anak, fokus hidup Jamie mulai berubah. Jamie pun meninggalkan suaminya dan hidup bersama dengan buah hatinya.

Di titik kehampaan itulah, suara hati Jamie mendorongnya untuk mengenal Islam lebih dalam. Ia mulai mencari dan mempelajari berbagai informasi seputar agama ini. Semakin larut ia mengkaji Islam, justru rasa penasaran dan ketertarikan kian mengguncang hatinya.

Mengapa agama ini sangat dibenci oleh tak sedikit penduduk di negaranegara Barat. Seperti yang selama ini Jamie baca di media dan berita-berita. Dia melihat banyak penindasan dan kekerasan yang melibatkan Islam. Jamie ingin mengetahui yang sebenarnya dan apakah Islam memang begitu.

Semakin lama dia melakukan risetnya, justru ia meyakini sebuah kebenaran dari Islam. Hal pertama yang ia sukai dalam Islam adalah penghormatan agama tersebut terhadap kaum perempuan. Banyak sekali hal dalam Islam yang mengajarkan bagaimana menghormati seorang perempuan.

Hidup sebagai perempuan tidak mudah. Perempuan harus mengurusi dirinya sendiri, rumah, suami, dan anak-anak. Dan, Islam sangat menghormati pekerjaan sulit tersebut.

Selain itu, ketika beribadah, perempuan dipisahkan dari pria. Hal ini sebagai langkah perlindungan bagi kaum perempuan. Karena Islam mengerti akan kekuatan kaum perempuan, yakni daya seksualitasnya. Setelah menyadari hal-hal tersebut, Jamie benar-benar ingin menjadi seorang Muslimah.

Akhirnya, keinginannya bulat, ia pun lantas mengikrarkan dua kalimat syahadat di salah satu masjid di Kota Sacramento, Kalifornia. Tak terhenti pada pengucapan syahadat, ia bertekad mendekatkan diri dan lebih memahami Islam. Jamie mulai sering pergi ke masjid. Tentu untuk belajar bersama sesama Muslim lainnya.

Di masjid, Jamie disambut dengan penuh persaudaraan. Jamie merasakan kedamaian setelah menjadi Muslimah. Sebelum berislam, Jamie merasa hidupnya tidak stabil. Bagai terombang-ambing tidak memiliki tujuan dan arti hidup. Islam membuat Jamie merasa memiliki tujuan hidup dan bisa mengerti mengapa ia dilahirkan. Jamie bertekad meninggalkan minuman, narkoba, pesta, dan semua kehidupan mewah di belakangnya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA