Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

Pesantren Nuu Waar Gelar Syawal Study Motivation Training

Senin 17 Jun 2019 16:30 WIB

Red: Agung Sasongko

Ustaz Fazdzlan Gharamatan.

Ustaz Fazdzlan Gharamatan.

Foto: ROL/Agung
Para santri Nuu Waar DIberikan bekal semangat dalam proses belajar.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Pesantren al-Fatih Kaffah Nusantara (AFKN) menggelar Syawal Study Motivation Training ke-37, Senin (17/6). Hadir Direktur Keuangan PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN), Sarwono Sudarto sebagai pengisi motivasi.

"Alhamdulillah, hari ini sudah ke-37 kali Syawal Study Motivation Training. Melalui kegiatan ini, anak-anak santri akan diberikan bekal semangat dalam menjalani proses pembelajaran, papar Ustaz Fazdzlan Gharamatan, Presiden Yayasan Al Fatih Kaffah Nusantara, Senin (17/6).

Dai yang dikenal dengan dakwah sabunnya ini, proses motivasi sudah dimulai sejak Ramadhan dengan berbekal materi yang disesuaikan dengan kurikulum nasional. Selama kegiatan ini para santri diberikan pembekalan pengalaman dan motivasi dari para pakar dan tokoh nasional. 

"Untuk hari ini, bapak Sarwono menjadi pengisi motivasi anak-anak," kata dia.

Dikatakan Dai asli Fak-Fak ini, dengan motivasi yang diberikan bertujuan agar para santri yang terbang dari Irian itu tidak terbang rendah melainkan selalu tinggi. Sehingga mereka menghilangkan rasa rindu kepada kampungnya. Mereka hilangkan kebiasaan lama.

"Di sini mereka Iqra yang artinya membaca, Iqra yang artinya belajar, Iqra yang artinya hijrah, dan Iqra yang artinya mengambil pelajaran," kata dia.

Para santri juga dipupuk untuk selalu menjaga dan melindungi NKRI. "Dalam hatinya nanti akan terbangun saya adalah orang Indonesia, saya adalah anak bangsa yang berasal dari Irian, yang akan memajukan Irian untuk Indonesia lalu menjadikan Indonesia sebagai kehidupan dalam masyarakat dunia," kata dia.

Direktur Keuangan PT PLN, Sarwono Sudarto memuji upaya kerja keras Ustaz Fazdzlan Gharamatan dalam mendidik santri-santri asal Papua. Menurutnya, pendidikan pada akhirnya mencetak manusia yang baik. "Kalau manusia yang baik maka selesai semua," kata dia.

Dikatakan Sarwono, Ustaz Fazdzlan telah memulainya dari nol. Mulai dari sedikit santri hingga kini mencapai tiga ribuan santri. "Ini barokah," kata dia.

Menurutnya, para santri ini akhirnya akan menjadi pribadi yang maju. Pribadi yang akan memberikan semangat untuk semua. " Di pesantren, mereka akan bertemu beragam budaya. Yang akan memperkuat kemampuan mereka kelak," katanya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA