Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Bergerak dalam Hijrah dan Pentingnya Mengingat Kematian

Jumat 31 May 2019 16:16 WIB

Red: Agung Sasongko

Kematian (ilustrasi)

Kematian (ilustrasi)

Foto: Dailymail.co.uk
Orang yang pintar adalah mereka yang selalu memgingat kematian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Orang yang pintar menurut Ustaz Ahmad Wijayanto bukanlah orang-orang yang berasal dari kampus-kampus atau sekolah terkenal. Orang pintar adalah orang-orang yang senantiasa datang kekajian, belajar agama Allah, dan selalu mengingat kematian.

Hal ini sesuai dengan kisah dari Nabi Muhammad SAW. Dalam HR Ibnu Majah dituliskan, Ibnu Umar RA berkata, "Aku datang menemui Nabi Muhammad SAW bersama 10 orang, lalu salah seorang Anshar bertanya, siapakah orang yang paling cerdas dan paling mulia wahai Rasulullah? Nabi menjawab, orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling siap menghadapinya, mereka itulah orangorang yang cerdas, mereka pergi dengan membawa kemuliaan dunia dan kehormatan.''

Berzikir dan berdoa merupakan salah satu cara untuk mengingat Allah dan mengingat kematian. Dalam HR Bukhari, Abu Musa al-Asy'ari berkata, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Perum pamaan orang yang berzikir (mengingat) Rabbnya dan yang tidak bagaikan orang yang hidup dan orang yang mati."

"Orang hidup itu harganya mahal. Maka, saya menghargai orang yang hijrah yang mau mendekatkan diri pada Allah, yang mau menjalankan ibadah Allah. Merekalah orang-orang yang hidup," ujar Ustaz Wijayanto saat mengisi kajian dalam acara Hijrah Fest 2019 di JCC Senayan, beberapa waktu lalu.

Ia melanjutkan, orang-orang yang mau duduk dan berkumpul di suatu majelis ilmu termasuk dalam kelompok orang-orang yang mulia. Saking mulianya, sam paisampai setan yang mau menggoda satu orang yang duduk di majelis itu lebih susah jika dibandingkan yang ibadah 1000 kali.

Menurut dia, orang yang beribadah 1.000 kali, tapi ilmunya ku rang rentan digoda setan diban ding yang sedang mencari ilmu. Ustaz Wijayanto menyebut, Islam memiliki asas gerak. Apa pun yang ada dalam ajarannya berkaitan dengan berpindah dan bergerak.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA