Rabu 29 May 2019 21:00 WIB

Tiga Masjid Biru Di Dunia

Sepanjang sejarah Islam, tercatat tiga masjid di dunia yang memiliki kekhasan.

Masjid Biru di Istanbul Turki pada musim dingin bersalju
Foto: 123RF.com
Masjid Biru di Istanbul Turki pada musim dingin bersalju

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Masjid merupakan tempat ibadah shalat umat Muslim. Setiap masjid memiliki keunikan dan kekhasannya sendiri. Keunikan dan kekhasan ini dapat dilihat dari pendiri, bentuk, bahkan warna cat yang digunakan. 

Sepanjang sejarah Islam, tercatat tiga masjid di dunia yang memiliki kekhasan. Masjid-masjid bersejarah tersebut dikenal dengan warna khas yang dimilikinya. Masjid biru, tidak hanya bentuknya yang khas, tiga masjid biru ini dinilai sebagai masjid biru tercantik di dunia.

Pertama, masjid biru di Turki, Masjid Sultan Ahmed. Masjid ini merupakan peninggalan bani Utsmaniyah. Kedua, masjid biru Yerevan di Armenia, peninggalan abad ke-18 dan ketiga masjid biru di Afghanistan. Berikut ini sekelumit sejarah ketiga masjid tersebut: 

Masjid Sultan Ahmed di Turki

Masjid biru Sultan Ahmed, hingga saat ini masih berfungsi sebagai masjid. Masjid ini dibangun antara 1609 dan 1616 selama pemerintahan Ahmed I.

Masjid ini dibangun oleh Mehmet Aga dengan arsitektur berdasarkan penggabungan dua prototipe rumah ibadah, yakni Aya Sofia dan Masjid Sulaiman. Di masjid ini juga terdapat pemakaman Raja Ahmed I, madrasah, dan rumah sakit.

Masjid ini disebut masjid biru karena sebagian besar interiornya berwarna biru. Interior biru dapat dilihat dinding masjid yang menggunakan ubin berwarna biru berhiaskan lukisan tangan sebanyak 20 ribu buah.

Selain dicat biru, dinding masjid ini juga dihiasi dnegna kaligrafi terbesar pada masanya. Kaligrafi ini dibuat oleh Sayyid Kasim Gubari.

Masjid ini dibangun sebagai bentuk penegasan bahwa bani Utsmani kembali berkuasa di wilayah Turki setelah berperang dengan Persia. Masjid ini menjadi masjid kekaisaran pertama setelah lebih dari 40 tahun mereka berkuasa.

Masjid Biru di Armenia

Masjid biru Yerevan merupakan satu-satunya masjid tersisa yang berada di Armenia. Masjid ini dibangun pada 1766 sekitar abad ke-18 di bawah Dinasti Safawiyah. Masjid biru dibangun di ibu kota Armenia, Yerevan, sehingga masjid ini pun disebut sebagai Masjid Yerevan.

Arsitekturnya seindah masjid biru di Turki. Masjid ini sempat ditutup oleh Pemerintah Soviet hingga Armenia merdeka pada 1990. Selama di bawah kendali Soviet, masjid ini hanya digunakan sebagai museum dengan beragam fasilitas, seperti ruang galeri foto hingga perpustakaan. Masjid biru Yerevan dikenal sebagai masjid biru terlihat dari kubah utamanya yang berwarna biru.

Masjid Biru Mazar I Sharif Afghanistan

Masjid biru ini terletak di Mazar i Sharif yang juga menjadi nama masjid ini. Masjid Mazar i Sharif dibagun pada masa Sultan Ahmad Sanjar penguasa Dinasti Seljuk pada 1512.

Masjid ini pernah rusak parah ketika agresi Genghis Khan pada 1220 M. Pada abad ke-15, Sultan Husayin Mirza Bayqarah kembali merenovasinya dan tetap mempertahankan kekhasan masjid ini dengan warna birunya.

Masjid ini konon terdapat makam sepupu Nabi Muhammad, Ali bin Abi Thalib. Meskipun klaim makamnya juga pernah disebutkan di Irak. Masjid ini besar dan indah dengan atap dan berlantai biru. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement