Minggu, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 Desember 2019

Minggu, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 Desember 2019

Cerita Rakyat Bosnia: Kuda Terbang Jerzelezi Ali

Selasa 07 Mei 2019 16:32 WIB

Red: Muhammad Subarkah

Kuda terbang

Kuda terbang

Foto: Wikipedia
Cerita Rakyat Bosnia menarik diantara kisah tentang kuda terbang Jerzelezi Ali.

Oleh: Edin Hadzalic, Warga Bosnia

Di Bosnia dahulu dikenal pahlawan paling terkenal dalam sejarah negeri itu. Dia adalah Jerzelezi Ali. Ratusan syair dan cerita hingga kini masih lestari. Kisahnya terbadikan dalam tradisi lisan. Sosoknya sudah jadi legenda.  Sampai hari ini para akademisi masih berdebatkan keaslian sosoknya dalam sejarah, apakah Jerjelezi Ali sebuah ciptaan rakyat atau asli yakni benar-benar seseorang manusia yang hidup pada abad 15 di Bosnia.

Di kala itu, Jerzelezi Ali hidup dengan ibunya dan saudara perempuannya. Merela tinggal  di dua rumah dengan beberapa bidang tanah. Meski begitu, Jerjeze memilih kerja untuk Walikota Sarajevo,pada waktu itu, yaitu Gazi HusrevBey.

Mengapa dia pilih kerja di sana? Ya karena dia ternyata seorang anak manusia pemalu dan minder. Karena bawaannya begitu dia sering diejek sama anak anak dan orang dewasa di jalanan Sarajevo. Dia dipekerjakan sama Tuan HusrevBey untuk mengambil kayu dari hutan untuk dibawa ke kota. Dan meski mencari kayu di hutan. Jerzelezi  Ali sebenarnya tidak pernah potong kayu. Dia selalu mencari kayu yang sudah tumbang atau kayu yang kering.

Namun pada satu hari ketika Jarzeli Ali sedang mencari kayu dalam hutan yang ada di gunung, pada sebuah ladang rumput kecil dia kaget menemukan seorang bayi.  Anak kecil ini terlantar seorang diri di tengah rumput di bawah matahari yang cukup panas.

Nah,  karena merasa kasihan Jarzeli Ali kemudian memotong sebuah cabang kayu yang masih dipenuhi dedaunan. Setelah itu  dahan rimbun itu dia tancapkan di atas bayi supaya terlindungi dari terpaan terik matahari.

Namun, karena belum cukup mengumpulkan kayu dia kemudian melanjutkan pekerjaannya yakni mengumpulkan kayu kering. Tapi setelah kayu terkumpul, dia kaget ketika kembali ke tempat bayi itu. Ternyata bayi sudah tidak ada ditempatnya ketika pertama kali ditemukan.

Namun, di tengah kebingungannya,  setelah beberapa lama Jerzelezi  Ali i tiba-tiba melihat kemunculan sosok perempuan dalam baju putih samping bayi. Dia kaget pun kaget bukan kepalang, karena sebelumnya tak pernah melihat perempuan itu atau seseroang lainnya. Tapi kini dia benar-benar melihat ada seorang perempuan yang berada  samping bayi.  Jarjelezi  jelas heran karena seolah-olah perempuan itu muncul begitu saja.

Paras perempuan itu ternyata sangat cantik. Rambut panjang dan mengenakan mahkota bunga pada kepalanya. Jerzelezi terpukau. Dia hanya bisa memandangi perempuan itu.

Tiba-tiba perempuan itu mendekat.  Setelah mendekat ia kemudian bertanya kepada Jerzelezi: apakah dia yang memasang pancang kayu di samping bayinya supaya tidak panas?

Ditanya seperti itu, Jerjelezi  Ali menjawab,’’ Betul saya sendiri.’’ Lalu  perempuan itu pun berterima kasih serta kemudian memperkenalkan bila dirinya adalah seorang peri.

Tak cukup memperkenalkan diri, kepada Jerzelezi  peri itu kemudian berkata akan memenuhi semua penuhi apa saja yang Jerzelezi inginkan.

Sesaat Jerzelezi Ali pun bingung. Namun kemudian dia menjawab   menjawab bila dirinya ingin menjadi  orang kuat dan pahlawan yang terkenal. Peri pun kemudian  memenuhinya: ‘’Baik, coba kamu mendekatlah ke sini dan meminum air susu saya.”

Maka Jerzelezi  pun segera meminom susu sang peri.  Setelah itu,  Peri kemudian meminta Jerjelezi Ali mengangkat sebuah batu yang tergeletak tak jauh dari mereka. Rupanya sang peri ingin membuktikan kata-katanya bila sekarang Jerzelezi  Ali sudah menjadi orang yang sangat kuat.

Maka Jerzelezi  Ali kemudian diminta mengangkat sebuah batu dengan ukuran batu sangat besar yang dalam ukuran orang biasa meski diangkat dengan  duapuluh orang pun batu tidak akan akan bisa bergeser.  Namun ketika Jerjelezi  Ali mendekati dan mencoba mengangkat batu besar itu, ternyata batu besar itu terangkat, Bahkan Jerzelezi Ali  merasa bila batu itu terasa sangat ringan ketika diangkat dengan tanggannya.

Setelah itu sang peri berpesan lebih lanjut. Katanya,  "Ketika hari pasar kuda pertama berikutnya  tiba, anda akan pergi ke sana danbelilah seekor kuda. Di sana  anda akan melihat salah satu anak kuda betina milik penderita kusta yang akan dijual. Maka belilah anak kuda itu berapapun harganya sesuai diminta sama sang penjual.”

Setelah berkata seperti  itu, sang peri  bersama bayinya oun menghilang.  Dan kemudian dia dan anaknya menghilang.  Jerzelezi Ali kemudian pun pulang ke rumah.

Dan ketika  tiba  hari  pasar pertama, Jerzelezi Ali pun segera berbegas pergi ke pasar untuk mencari kuda sesuai petunjuki sang  peri. Ternyata  benar dia bertemu dengan kuda bersama penjualnya sesuai cerita san peri. Menurut si pemilik kuda terpaksa dia jual karena neneknya sakit. Makanya dia jual dengan harga murah.  Jerzelezi Ali pun segera membayarnya tanpa menawar. Kuda pun dia bawa ke rumahnya.

Setelah itu, selama setahun Jerjelezi Ali pun masih bisa menyembunyikaan kekuataannya yang luar biasa itu. Dan dia pun masih  menjalani profesi lamanya sebagai pengumpul kaya bakar. Namun,  dalam setahun anak kuda itu terus tumbuh besar .  

Uniknya setiap hqrinya, Jerjelezi  Ali selalu menemukan bila pada malam hari kudanya itu tumbuh sepasang sayap. Ternyata anak kuda yang dahulu dibeli dengan harga murah itu perlahan tapi pasti tumbuh menjadi kuda terbang!

Jerzelezi Ali jelas merasa sangat bahagia. Dia kini selain memiliki kekuataan yang sangat besar, seekor kuda terbang punyai. Meski begitu dia memilih masih menyembunyikaan kedua hal itu dari perhatian publik.

                                                                  ****

Tetapi pada saat tiba musim panas ketika Jerjelezi Ali tengah sibuk memanen gandum milik Walikota Gazi HusrevBey, dia selintas mendengar pembicaraan di antara anak-anak perempuan Tuan HusrevBey itu. Mereka mengatakan bila ayahnya sudah beberapa minggu pergi pada utara Bosnia untuk menghadang tentara musuh yang akan menyerang wilayah ini. Menurut anak-anak itu jumlah mereka sangat banyak, jauh melebihi jumlah pasukan Tuan HusrevBey.

Tak hanya itu Jerzelezi Ali pun mendengar kabar terakhir adalah bahwa bala tentara sang walikota tidak akan sangup bertahan lama. Di situ Jerzelezi menjadi terketuk hatinya untuk membantu perjuangan Walikota Gazi HusrevBey. Dia ingin menolongnya agar bisa memenangkan pertempuran.

Maka Jerjelezi Ali kemudian pulang ke rumah dan langsung menaiki kuda terbangnya menuju   lokasi perperangan sesuai cerita anak perempuan Tuan HusrevBey. Benar saja, sesampai di sana  Jerjelezi Ali meliahat suasana perperangan yang berlangsung dengan seru. Dan di situ dia juga melihat  bila bala tentara HusrevBey tengah terkepung oleh musuh dalam jumlah yang jauh lebih banyak.  Dia pun melihat bila bala tentara wali kota  tidak akan mampu bertahan lama, dan  pasti akan kalah.

Tak ayal lagi, Jerjelezi Ali pun menyerang tentara musuh! Betapa kaget semua tentara tiba-tiba melihat sosok seorang satria menunaiki kuda terbang dengan kekuatan begitu dahsyaat. Sekali dia memukulkan tongkatnya  maka langsung lima sampai sepuluh tentara musuh mati. Dia mampu menguasi medan tempur hanya  dengan hitungan beberapa menit saja. Selama itu dia terus menyerbu ke tengah tentara musuh yang menyerang dan mengepung  tentara HusrevBey.

Sayangnya di tengah kecamuk peperangan itu,  tanggan HusrevBey sempat dilukai oleh pedang tentara musuh. Maka Jerjelezi langsung mendatangi HusrevBey serta segera mengambilkan selendang yang ada pada dirinya untuk menutupi lukanya. Sayangnya sang wali kota tak sempat mengenailnya karena Jerzelezi  Ali bergerak begitu cepat karena mengendarai kuda terbangnya. Setelah menolong wali kota yang terluka Jerzelezi kemudian melanjutkan serangnya ke arah  tentara musuh sampai mereka kocar-kacir dan melarikan diri dari pertempuran.

Menyadari musuhnya telah kabur, Tuan HusrevBey segera balik ke Sarajevo. Dia disambut sebagai pahlawan karena dapat mengusir tentara musuh yang jumlahnya begitu besar dan berhasil menyelamatkan  warga sipil dari ancaman pemenjaraan, perkosaan, dan kematian.

HusrevBey menerima segala penghargaan dengan suka cita meski dia tahu kalau tidak ditolong oleh sesosok pahlawan misteriuus yang naik kuda terbang itu, maka pasukannya pasti kalah dalam peperangan tersebut. Namun, karena tidak mengetahui siapa orang itu maka dia memilih untuk sementara tidak membicarakannya ke publik. Dia juga khawatir bila diceritakan bahwa mereka dibantu oleh pahlawan yang menaiki kuda terbang, mala dia bakal disangka oleh penduduk Sarajevo bahwa dirinya sudah tidak waras!

Namun kegundangan itu tak bisa dia simpan terus meneris. Ketika sang walikota sampai ke  rumah, dia ceritakan semuannya ke isterinya, bila dalam peperangan itu ada sesosok pahlawan misterius yang sempat mengiikat luka pada tangannya dengan selendang yang sampai kini masih dia simpan.

Dan keika dia menunjukkan selendang tersebut pada isterinya, isterinya kaget bukan kepalang. Tak cukup dengan itu isterinya pun kemudian mengaku bila dirinya tahu siapa pemilik selendang itu karena dia sendiri yang  menenunnya. Bahkan dia bercerita bila selendang itu sudah dihadiahkan kepada Jerjelezi Ali, yaitu pembantu rumah tangga Tuan HusrevBey sendiri.

Mendengar kabar itu HusrevBey tentu kaget sekali. Apalagi selama ini dia mengetahui sosok Jerjelezi Ali sebagai orang yang pemalu dan minder. Maka dia segera mengundang Jerzelezi  Ali untuk datang ke ruang aula walikota. Di sana dia  akan tanya langsung kepadanya  apakah betul dia adalah sosok  pahlawan yang menyelematkan dirinya dari musuh.

Dan ketika ditanya soal itu, dan kala itu Jerjelezi sendiri  pun sudah mendengar bila mendengar isterinya Tuan HusrevBey sudah membuka identitasnya lewat kain selendang miliknya tersebut, maka dia pun langsung mengakui bila dirinya adalah lelaki yang menaiki kuda terbang tersebut.

Terkesan akan pengakuannya, maka wali kota HusrevBey langsung tawarkan  kepada Jerjelezi Ali  agar menikahi anak perumpuannya yang palling cantik di antara anak-anak perempuannya. Dan tak hanya diminta menjadi  menantunya saja, dia pun diminta untuk menjadi pemimipin tentara perang mengganti posisinya.

Mendengar tawaran itu, Jerzelezi Ali menerimanya. Maka sejak saat itu namanya kemudian terpatri dalam benak masyarakaat Bosnia sebagai pahlawan dengan kekuatan yang ajaib serta kudanya yang bisa terbang.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA