Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

NU dan Muhammadiyah Purbalingga Ajak Masyarakat Bersatu

Rabu 24 Apr 2019 19:44 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Nashih Nashrullah

Sejumlah penyelenggara Pemilu 2019 melakukan pencoblosan kertas suara di bilik suara saat simulasi pemungutan dan perhitungan suara pemilihan umum 2019 di Sumenep, Jawa Timur, Sabtu (16/3/2019).

Sejumlah penyelenggara Pemilu 2019 melakukan pencoblosan kertas suara di bilik suara saat simulasi pemungutan dan perhitungan suara pemilihan umum 2019 di Sumenep, Jawa Timur, Sabtu (16/3/2019).

Foto: Antara/Zabur Karuru
Persatuan masyarakat Purbalingga penting sebagai modal membangun.

REPUBLIKA.CO.ID, PURBALINGGA – Pascagelaran Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019 17 April lalu, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Purbalingga mengajak warga Purbalingga untuk bersatu kembali. 

Baca Juga

Ajakan disampaikan Ketua PCNU Purbalingga Ahmad Muhdzir dan Ketua PDM Purbalingga Ali Sudarmo, saat ditemui di kantor organisasinya masing-masing, Rabu (24/4). 

Ketua PCNU Purbalingga, Ahmad Muhdzir, menyatakan semua pihak mesti bersyukur bahwa  gelaran Pemilu di Indonesia, khususnya di Purbalingga, telah berlangsung aman dan lancar. 

Untuk itu, pascapemilu sekarang seluruh warga Purbalingga diminta bersatu kembali membangun Purbalingga demi kemaslahatan bersama.  

"Perbedaan pilihan dalam pemilu sudah berlalu. Sekarang saatnya kita menyatukan visi dan pandangan kita untuk kepentingan umat di Purbalingga,'' jelasnya.  

Muhdzir juga mengimbau kepada warga Purbalingga untuk tetap tenang dan mempercayakan penghitungan hasil Pemilu pada KPU, karena merekalah yang diberi mandat undang-undang untuk penyelenggaraan Pemilu.  Untuk itu, dia meminta masyarakat tidak melakukan tindakan di luar aturan.  

Hal senada juga disampaikan Ketua PDM Purbalingga, Ali Sudarmo. Dia juga meminta warga Purbalingga tidak melakukan tindakan inkonstitusional karena bisa merugikan diri sendiri dan orang lain. ''Intinya, jangan melakukan tindakan yang inskonstitusional karena akan mengakibatkan kerugian diri sendiri dan pihak lain,'' kata dia.  

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA