Rabu 10 Apr 2019 12:00 WIB

PYI Gulirkan Wakaf Produktif untuk Sekolah Unggulan

Tujuannya untuk menyetak lulusan berakhlakul karimah dan berprestasi.

Sekolah Unggulan Al-Ihsan Islamic Boarding School Panti Yatim Indonesia
Foto: Istimewa
Sekolah Unggulan Al-Ihsan Islamic Boarding School Panti Yatim Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Panti Yatim Indonesia (PYI) mengajak sejumlah pihak untuk memecahkan persoalan pendidikan melalui program Wakaf Produktif Sekolah Unggulan. Melalui program tersebut, PYI kini telah menyekolahkan lebih dari 150 anak di SMP Unggulan Al-Ihsan Islamic Boarding School yang terletak di Jalan Cimencrang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung.

Humas PYI Nunik Nuraini mengatakan, wakaf produktif adalah donasi wakaf berupa harta maupun benda, lalu memproduktifkan donasi tersebut. Wakaf produktif tersebut, papar dia, yang menjadi sumber dana bagi pembiayaan kebutuhan umat, seperti pembiayaan pelayanan kesehatan atau pembiayaan pendidikan yang berkualitas.

Program Wakaf Produktif PYI, lanjut dia, akan menciptakan aset yang bernilai ekonomi. ‘’Mari berinvestasi untuk akhirat,’’ ujar Nunik dalam siaran pers yang diterima Republika, Rabu (10/4).

Salah satu bukti dari program wakaf produktif PYI, yakni hadirnya Sekolah Unggulan Yatim dan Dhuafa Al-Ihsan Islami Boarding School. Melalui sekolah tersebut, PYI bercita-cita melahirkan lulusan yang berakhlakul karimah dan berprestasi. Di sekolah itu, pihaknya mengembangkan sistem pembelajaran yang mampu membekali anak didik dengan kecakapan pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia dan keterampilan.

Sekolah Unggulan Al-Ihsan Islamic Boarding School, kata dia, menerapkan sistem integral dalam aspek intelektual, mental spiritual dan keterampilan, sehingga melahirkan siswa muslim yang beakhlak, cerdas dan mandiri.

Sekolah Unggulan Al Ihsan, imbuh dia, merupakan hasil dari program wakaf tunai yang dikelola oleh Panti Yatim Indonesia, dalam bentuk pembebasan lahan dan pembangunan sekolah unggulan. Dengan program wakaf sekolah, pihaknya secara bersama-sama membangun sekolah gratis.

Menurut dia, Sekolah Unggulan Al Ihsan juga menerapkan kurikulum pemerintah ditambah konsep multiple intelegensi. Tujuannya, sambung dia, agar potensi kecerdasan siswa siswi bisa lebih tergali dengan maksimal.

Nunik memaparkan, hingga kini PYI masih membuka kesempatan bagi masyarakat yang hendak berdonasi untuk program Wakaf Produktif Sekolah Unggulan. Untuk kriteria nilai investasi wakaf, yakni Rp 3,3 juta untuk ukuran satu meter persegi, Rp 330 ribu untuk 0,1 meter persegi, dan Rp 33 ribu untuk 0,01 meter persegi.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement