Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Perbuatan yang Paling Allah Senangi dari Hamba-Nya

Rabu 13 Mar 2019 06:31 WIB

Red: Hasanul Rizqa

Ilustrasi Shalat

Ilustrasi Shalat

Foto: Republika/Mardiah
Inilah perbuatan yang bila dilakukan, insya Allah memeroleh ridha-Nya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Suatu kali, Abdullah bin Mas'ud hadir di majelis Nabi Muhammad SAW. Masjid Nabawi yang sederhana saat itu ramai dipenuhi oleh para sahabat. Mereka dengan penuh perhatian menyimak setiap kata dari lisan Rasulullah SAW.

Baca Juga

Ketika datang waktu shalat, mereka melaksanakan ibadah wajib itu secara berjamaah dan teramat khusyuk. Usai shalat, Nabi SAW memberi kesempatan kepada mereka untuk bertanya.

Maka tampil Abdullah bin Mas'ud. Dia minta izin mengajukan pertanyaan tentang habluminallah yang selama ini mengganjal hatinya.

Abdullah bin Mas'ud berkata, "Wahai Rasulullah, perbuatan apakah yang paling Allah senangi dari hamba-hamba-Nya?"

"Shalat tepat pada waktunya," jawab Nabi SAW.

"Berikutnya apa, wahai Rasulullah?" tanya Abdullah lagi.

"Berbakti kepada dua orang tua," jelas beliau.

"Berikutnya apa, wahai Rasulullah?"

"Berjuang di jalan Allah," ucap beliau.

Setelah itu, Abdullah bin Mas'ud berhenti bertanya. Demikianlah disadarinya. Betapa shalat wajib lima waktu dalam sehari semalam adalah ibadah dengan kedudukan tinggi.

Di antara para sahabat, Abdullah bin Mas'ud termasuk yang memiliki riwayat hidup penuh perjuangan. Dia bernama lengkap Abu Abdirrahman Abdullah. Pria yang berperawakan pendek ini termasuk yang paling awal memeluk Islam, yakni di Makkah sebelum hijrahnya Nabi SAW dan kaum Muslimin ke Yastrib (Madinah).

Ketika masih kecil, Abdullah hidup sebatang kara sebagai anak yatim. Perjuangan hidup yang keras sudah dialaminya sejak dini. Sebelum memeluk Islam, dia bekerja sebagaii penggembala kambing. Begitu mendengar adanya dakwah Nabi SAW, Abdullah pun segera menyatakan iman dan Islam.

Abdullah bin Mas'ud pernah ikut dalam rombongan kaum Muslimin yang hijrah dari Makkah ke Habasyah (Ethiopia). Lantas ketika tiba perintah Allah agar umat Nabi SAW hijrah ke Madinah, dia pun turut serta.

Sampai akhir hayatnya, Abdullah bin Mas'ud setia dalam Islam. Dia hampir tidak pernah absen dalam setiap peperangan yang disertai Rasulullah SAW. Dia selalu tampil membela sang utusan Allah SWT itu.

sumber : Islam Digest Republika
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA