Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Mulanya Dakwah Islam di Bosnia-Herzegovina (1)

Senin 25 Feb 2019 17:28 WIB

Red: Hasanul Rizqa

(ilustrasi) bendera bosnia-herzegovina

(ilustrasi) bendera bosnia-herzegovina

Foto: tangkapan layar wikipedia.org
Bosnia-Herzegovina sebelumnya berada dalam konteks Kristen abad pertengahan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saat ini, Bosnia-Herzegovina memiliki populasi Muslim yang cukup signifikan, baik dalam konteks Semenanjung Balkan maupun Benua Eropa pada umumnya.

Baca Juga

Riset Houssain Kettani yang terbit pada International Journal of Environmental Science and Development (2010) menunjukkan data. Sebesar 43,8 persen dari total penduduk negara tersebut (3.781.274 jiwa) adalah kaum Muslimin pada 2010. Persentase itu diprediksi stabil hingga tahun 2020 mendatang.

Bosnia-Herzegovina memiliki sejarah yang panjang dengan Islam. Sebelum tiba pada uraian itu, perlu diketahui bagaimana posisi Bosnia dalam peta geopolitik Kristen pada abad pertengahan--yakni sebelum kedatangan penguasa Muslim.

Menurut Schuman dalam Nations in Transition: Bosnia and Herzegovina (2004), sejak tahun 1180 wilayah tersebut dipimpin Raja (Ban) Kulin. Sebagai penguasa lokal, dia menolak kekuasaan Romawi Barat (Katolik) dan Romawi Timur (Kristen Ortodoks). Ban Kulin lebih mendukung Bogomilisme hingga akhir kekuasaannya pada 1204.

Baik Katolik maupun Kristen Ortodoks memandang sekte tersebut sebagai aliran sesat. Tidak mengherankan bila Paus Gregory IX berulang kali mengimbau penyerbuan atas Bosnia ketika Perang Salib meletus periode 1235-1241.

Barulah pada 1322, Bosnia di bawah pimpinan Ban Kotromanic menjalin aliansi dengan penguasa Katolik yang terdekat, Hongaria. Namun, aliansi ini tidak mampu maksimal dalam menghadapi perluasan wilayah Dinasti Turki Utsmaniyah.

Baca juga: Mulanya Dakwah Islam di Bosnia-Herzegovina (2)

sumber : Islam Digest Republika
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA