Selasa 29 Jan 2019 22:10 WIB

Gelar Rakornas, Muslimat NU Bahas Program-Program Internal

Secara internal masih banyak tugas yang harus diselesaikan oleh Muslimat NU.

Rep: Muhyiddin/ Red: Agung Sasongko
Muslimat NU
Muslimat NU

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Organisasi wanita badan otonom NU, Muslimat NU juga menggelar Rakornas di Ballroom Hotel Atlet Century, Jalan Pintu Satu Senayan, Tanah Abang, Jakarta pada Ahad (27/1) malam hingga Senin (28/1) siang. Rangkaian acara Harlah ke-73 Muslimat NU tersebut dibuka Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla.

Ketua I Pengurus Harian Muslimat NU, Sri Mulyati mengatakan, Rakornas Muslimat NU tidak menghasilkan rekomendasi khusus tentang keumatan.  Menurut dia, pihaknya hanya membahas tentang program-program Muslimat NU secara internal.

"Hasil rekomenadasi tidak ada. Karena Rakornas tersebut diselenggarakan apabila diperlukan. Jadi tidak ada rekomendasi hanya internal saja," ujar Sri saat dihubungi Republika.co.id lebih lanjut.

Sri menjelaskan, pada prinsipnya PP Muslimat NU hanya menyampaikan tentang hal-hal apa saja yang sudah dilakukan selama dua tahun ini sesudah Kongres. Kemudian, kata dia, pihaknya juga mendengarkan kemajuan atau progres program dari Muslimat NU di masing-masing wilayah.

Selain itu, menurut dia, pihaknya juga membicarakan tentang pernagkat atau yayasan di lingkungan Muslimat NU, seperti yayasan kesejahteraan Muslimat NU, yayasan pendidikan Muslimat NU, Induk koperasi An-Nisa, kemudian himpunan daiyah dan majelis taklim Muslimat NU, serta yayasan haji Muslimat NU.

Terkait dengan daiyah NU sendiri, menurut dia, pihaknya kedepannya akan fokus untuk meningkatkan skill serta akan akan memberikan informasi terakhir tentang kondisi umat saat ini. "Kita akan fokus meningkatkan keterampilan dan skill mereka," kata Sri.

Sri menambahkan, majelis taklim di Muslimat NU sendiri sangat banyak jumlahnya. Di Jakarta saja, kata dia, ada sekitar 70 ribuan lebih majelis taklim. Karena itu, menurut dia, secara internal masih banyak tugas yang harus diselesaikan oleh Muslimat NU.

"Kita lebih ke internal karena banyak juga yang harus diurus di lingkungan NU tersebut untuk menjaga Aswaja An Nahdliyah dan meneguhkan kebangsaan," tutupnya.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement