Saturday, 30 Jumadil Awwal 1441 / 25 January 2020

Saturday, 30 Jumadil Awwal 1441 / 25 January 2020

Tujuh Calon Ulama Asal Jabar Belajar ke Turki

Rabu 24 Oct 2018 16:27 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agung Sasongko

Ulama sangat berperan dalam pembinaan umatnya (Ilustrasi)

Ulama sangat berperan dalam pembinaan umatnya (Ilustrasi)

Foto: Republika
Pendidikan kader ulama ini sudah berlangsung selama 3 tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemprov Jabar, mendukung program calon ulama yang akan belajar ke luar negeri. Salah satu bentuk dukungannya, dengan melepas 13 calon ulama untuk belajar ke universitas terbaik yang ada di Turki yang proses pelepasannya langsung dilakukan oleh Gubernur Jabar, Ridwan Kamil di Gedung Sate, Rabu (24/10).

Menurut Penggagas Program Pendidikan Kader Ulama ke Luar Negeri Ustadz Adi Hidayat, pendidikan kader ulama ini sudah berlangsung selama 3 tahun. Pihaknya, mengirimkan calon ulama ke kampus di Istambul, Turki. Karena, dikampus tersebut tempat berkumpulnya tokoh-tokoh dunia dan  kurikulum terbaik se-dunia.

"Yang mendaftar program ini ada 800 orang. Tapi, yang lolos seleksi dan diterima hanya 13 orang dimana 7 orang di antaranya berasal dari Jabar," ujar Ustadz Adi kepada wartawan di acara Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate.

Ustadz Adi mengatakan, sebelum mengirimkan calon ulama ke luar negeri, pihaknya melakukan proses seleksi yang cukup ketat. Yakni, mulai dari tes kemampuan dasar, Bahasa Arab, hapalan Quran, pengetahuan dan lainnya

"Calon santri yang akan kami kirim ini, kebetulan 7 berasal dari Jabar. Sisanya, 6 orang berasal dari Sumatra, Bali, Riau dan lainnya," katanya.

Namun, kata dia, satu-satunya kepala daerah yang melepas langsung para santri yang akan berangkat ke Turki adalah Provinsi Jabar. Karena, nantinya setujuh santri tersebut akan membawa amanah masyarakat Jabar.

"Kami berkolaborasi dengan Pemprov Jabar karena ingin terlibat dalam pengembangan kader ulama, jadi  kolaborasi dengan program ulama juara," kata Ustadz Adi seraya mengatakan, calon ulama tersebut setahun akan belajar bahasa, setahun Al quran dan syariahnya setara program S1.

"Kalau mereka bagus akan dilanjutkan mendapatkan beasiswa untuk program S2, dan S3," katanya.

Program ini, kata dia, sangat penting karena gerakan untuk memperdalam agama di masyarakat saat ini begitu kuat. Pihaknya, ingin mengembalikan kejayaan dimasa lalu dimana islam menjadi solusi masyarakat.

"Jadi disetiap negara ada kader ulama yang disiapkan. Kader-kader terbaik akan kami kirim untuk belajar sampai paham dan kembali ke daerahnya untuk mengabdi," katanya.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA