Rabu 17 Oct 2018 18:30 WIB

HSN Momentum Perkuat Peran Santri

santri ini harus membuat semacam muhasabah bagaimana cara memperbaiki masyarakat

Prof Dr KH Didin Hafidhuddin MS.
Foto: Dok SBBI
Prof Dr KH Didin Hafidhuddin MS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah dan ormas Islam, serta para santri akan memperingati Hari Santri pada 22 Oktober 2018 mendatang. Sejumlah kegiatan pun digelar guna menyemarakkan hari besar kaum bersarung itu, baik oleh Kementerian Agama maupun oleh ormas Islam seperti Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Pengamat Pendidikan Islam, Prof Didin Hafidhuddin mengatakan, peringatan Hari Santri sejatinya untuk menguatkan peran santri dalam mengisi kemerdekaan, khususnya untuk kepentingan pendidikan Islam di Indonesia dan pendidikan nasional secara keseluruhan.

Karena itu, menurut dia, peringatan Hari Santri tahun ini harus dijadikan momentum untuk menguatkan kembali peran santri dalam kehidupan bermasyarakat. "Hari Santri itu harus dijadikan momentum untuk melihat kembali tentang perlunya peranan santri ditingkatkan dalam kehidupan bermasyarakat," ujar Didin saat dihubungi republika.co.id, Rabu (17/10).

Dia menuturkan, setelah keluar dari pesantren santri harus bisa berkontribusi di lingkungan masyarakat. Namun, menurut dia, santri tidak hanya harus menjadi menjadi seorang guru agama saja, tapi juga harus menguasai bidang-bidang lainnya.

"Setelah keluar dari pesantren. Dia nanti tidak hanya sekedar menjadi guru dan tidak hanya mengajar, tapi di bidang-bidang lain juga mesti diperkuat," ucapnya.

Dia mengatakan, saat ini sudah mulai banyak pengusaha-pengusaha yang berasal dari kalangan santri yang tentunya memiliki integritas. Karena itu, ke depannya peranan santri harus diperkuat juga di bidang-bidang lainnya.

"Saya kira faktor pengusaha-pengusaha interpreneurship yang lahir di pesantren mesti perlu menjadi perhatian karena di pesantren kan juga diadakan pendidikan yang disebut dengan lembaga keterampilan," katanya.

Selain itu, Guru Besar Agama Guru Besar Ilmu Agama Islam Institut Pertanian Bogor (IPB) ini menyarankan agar peringatan Hari Santri ini juga dijadikan momentum oleh para santri untuk memperkuat persatuan umat Islam. Pasalnya, saat ini umat Islam mengkhawatirkan adanya perpecahan di tahun politik.

"Hari Santri ini kan sekarang di tahun politik yang kelihatannya umat khawatir kecenderungan terpecah," ucapnya.

Walaupun, lanjut dia, perpecahan itu disebabkan oleh hal-hal yang tidak substansial, seperti saling menghujat, saling fitnah, dan saling berdusta. Karena itu, dia berharap santri melakukan muhasabah dalam peringatan Hari Santri kali ini.

"Saya kira santri ini harus membuat semacam muhasabah bagaimana cara memperbaiki masyarakat yang dipelopori oleh para santri. Para santri jangan melakukan kegiatan-kegiatan medsos yang tidak benar, seperti hoaks dan sebagainua. Ini harus menjadi memomentum," jelasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement