Senin 08 Oct 2018 10:46 WIB

Tingkat Ekonomi Muslim di Kerala Membaik

Tingkat melek huruf mereka jauh lebih baik daripada rata-rata nasional.

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Ani Nursalikah
Muslim India (ilustrasi)
Foto: EPA/Farooq Khan
Muslim India (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, THIRUVANANTHAPURAM -- Komunitas Muslim dituding menyumbang rendahnya tingkat populasi dan partisipasi dalam pendidikan tinggi. Namun, sebuah laporan ilmiah membantah klaim tersebut. Partisipasi masyarakat di Kerala, India justru naik 15 lakh antara 2001-2011. Bahkan secara ekonomi, mereka lebih baik dan melek huruf.

Dilansir di The Economic Times, Ahad (7/10), berdasarkan laporan sebuah badan penelitian kebijakan independen dan nirlaba, Pusat Analisis Kebijakan menjelaskan, status ekonomi dan tingkat literasi Muslim di Kerala memang jauh lebih baik dari sebelumnya. Sayangnya, laju pertumbuhan populasi mereka lebih tinggi daripada rata-rata nasional.

Laporan itu menunjukkan, populasi Muslim di Kerala naik menjadi 3,34 crore (33,4 juta) pada 2011 dari 3,18 crore (31,8) pada 2001. Jumlah pertumbuhan itu meningkatkan jumlah populasi di Kerala selama periode tersebut.

Laporan itu menunjukkan, populasi Muslim tumbuh sebesar 10,10 lakh (1.010.000), populasi Hindu sebesar 3,62 lakh (362 ribu), dan Kristen sebesar 84 ribu. Kemudian, status ekonomi umat Islam di Kerala cukup terdengar. Bahkan, tingkat melek huruf mereka jauh lebih baik daripada rata-rata nasional.

Umat Hindu membentuk 54,9 persen dari total populasi di Kerala, Muslim 26,6 persen, dan Kristen 18,4 persen. Namun pada 2015, umat Hindu berkontribusi pada 42,87 persen untuk kelahiran anak, Muslim 41,5 persen, dan Kristen 15,42 persen.

Mengenai kontribusi perempuan Muslim dalam pendidikan dan tenaga kerja, laporan itu menunjukkan pemerintah secara serius melihat masalah penting yang terkait dengan minoritas di negara itu. Menurut laporan tersebut, pemerintah menjalankan sejumlah program untuk minoritas. Namun, skema tersebut tidak membuahkan hasil yang diinginkan karena eksekusi tidak tepat.

Laporan juga mengutip sensus pada 2011 yang menunjukkan, partisipasi perempuan dalam angkatan kerja di tingkat nasional adalah 24,64 persen. Tingkat lebih rendah ditunjukkan komunitas Muslim pada level 15,58 persen.

Laporan itu mengaitkan, tingkat melek huruf yang rendah, mempengaruhi ketersediaan peluang ekonomi yang ujungnya mempengaruhi partisipasi dalam angkatan kerja. Laporan itu menunjukkan sejumlah program pemerintah sukses membawa perubahan bagi kaum minoritas sehingga pemerintah mampu mencapai tujuan nasional lebih besar dan memperbaiki kondisi perempuan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement