Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Pulau Penyengat Ditetapkan Sebagai Pulau Tahfiz Alquran

Selasa 25 Sep 2018 04:55 WIB

Red: Ani Nursalikah

Kegiatan tahfiz Alquran.

Kegiatan tahfiz Alquran.

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Alquran adalah sumber ilmu pengetahuan

REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNGPINANG -- Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau akan menetapkan Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang sebagai Pulau Tahfiz Alquran.

Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun saat pidato Hari Ulang Tahun Ke-16 Kepri di Gedung Daerah Tanjungpinang mengatakan Pulau Penyengat merupakan pulau religi yang menyimpan sejarah kejayaan Kerajaan Riau-Lingga-Pahang, yang layak menjadi pusat hafalan Alquran. Ia menginginkan seluruh anak-anak, remaja, dan orang tua dapat menimba ilmu pengetahuan tentang Islam di pulau itu.

"Kami mengharapkan di pulau ini akan lahir para tahfiz muda yang berbakat, memiliki pengetahuan agama yang baik dan berkualitas," katanya, Senin (24/9).

Sejumlah aktivis mahasiswa dari organisasi yang berbasis Islam sejak beberapa tahun lalu sudah mendirikan Rumah Tahfiz di Pulau Penyengat. Mereka menjadi relawan yang mengajar Alquran kepada anak-anak dan remaja.

"Keseimbangan dunia dan akhirat dibutuhkan, selain pemerintah menargetkan lahir generasi muda yang berkualitas dan bermoral. Alquran adalah sumber ilmu pengetahuan," ucapnya.

Gubernur Nurdin mengatakan di Pulau Penyengat terdapat masjid bersejarah. Sejarah Kerajaan Melayu juga melekat dengan nilai-nilai keislaman. Di Pulau Penyengat juga lahir tokoh agama, tokoh bahasa, dan ksatria tangguh.

Gurindam 12 karya Raja Ali Haji, tokoh dari Pulau Penyengat pada masa lampau, yang kaya dengan nasihat juga sesuai dengan nilai-nilai keislaman yang seharusnya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. "Kami menargetkan anak-anak dapat menghafal Alquran dalam waktu singkat. Satu jam hafal satu ayat pendek," katanya.

Ia berharap, kelak Pulau Penyengat menjadi terkemuka karena melahirkan banyak tahfiz. Anak-anak dan remaja dari daerah lain dapat menimba ilmu di pulau itu.

"Jadi pulau ini tidak hanya dikenal sebagai tempat wisata, melainkan tempat menimba ilmu agama," katanya.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA