Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Masjid di Kota Gurugram India Disegel

Kamis 13 Sep 2018 11:28 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Ani Nursalikah

Muslim muda India. (ilustrasi)

Muslim muda India. (ilustrasi)

Foto: EPA/Farooq Khan
Muslim membantah tudingan yang menyebut bangunan masjid ilegal.

REPUBLIKA.CO.ID, GURUGRAM -- The Municipal Corporation of Gurugram (MCG) atau Perusahaan Kotapraja Guraon menyegel 11 bangunan, termasuk masjid yang diduga memiliki izin ilegal di area Old Delhi Road. Sekali lagi, MCG menindak konstruksi ilegal yang berada dalam radius 300 meter dari depot amunisi, dekat pabrik Maruti Suzuki Gurugram.

Dilansir di Gulf Today pada Kamis (13/9), penyegelan banguan disaksikan pasukan aparat keamanan. Kelompok Hindu Kranti Dal sayap kanan menduga adanya bangunan tiga lantai di area itu digunakan sebagai masjid ilegal selama beberapa bulan terakhir.

“Sebuah properti pribadi digunakan untuk kegiatan keagamaan masyarakat,” kata Presiden Hindu Kranti Dal, Rajiv Mittal.

Pernyataan itu diperkuat seorang pengacara yang mengajukan keluhan pada pemerintah distrik sekitar dua pekan lalu. Ia mengatakan terdapat sebuah pengeras suara yang dipasang di gedung itu.

Namun, Ketua Muslim Ekta Manch, Hazi Sehzad Khan membantah tudingan yang menyebut bangunan itu ilegal.

“Kami membeli plot 87 meter persegi empat tahun lalu dan menyelesaikan pembangunan dua tahun lalu. Komunitas kami shalat (di dalamnya) untuk waktu yang lama, tetapi sekarang beberapa orang menentangnya (bangunan itu),” ujar dia.

Khan mengatakan, petak tersebut dibeli atas nama anggota Manch, Shamshad Khan. Saat ini, komunitas Muslim berada di luar masjid yang disegel.

“Kami telah memperingatkan pemerintah kabupaten kami akan mengambil langkah ekstrem jika gedung itu tidak segera dibuka,” kata dia.

Seorang pejabat Kota mengatakan komunitas Muslim melakukan pembangunan ilegal dari waktu ke waktu. “Kami mengikuti petunjuk dari Punjab dan Pengadilan Tinggi Haryana untuk mengosongkan arena 300 meter dari depot amunisi,” kata pejabat itu.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA