Jumat 07 Sep 2018 04:45 WIB

Jokowi Minta Santri Cintai Indonesia

Indonesia adalah negara besar yang beragam.

Presiden Joko Widodo.
Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Presiden Joko Widodo.

REPUBLIKA.CO.ID, MOJOKERTO -- Presiden Joko Widodo meminta kepada ratusan santri yang ada di Pondok Pesantren Amanatul Ummah di Pacet, Mojokerto, Jawa Timur untuk mencintai Indonesia, Kamis (6/9). Dalam kesempatan itu, dirinya menyatakan Indonesia merupakan negara besar dengan 263 juta penduduk yang hidup di 17 ribu pulau, 514 kabupaten/kota serta 34 provinsi.

"Indonesia ini negara besar, jangan lihat Jatim saja karena masih ada 33 provinsi lain dan jangan lihat Pacet saja," katanya.

Dirinya menceritakan, pernah melakukan perjalanan dari Aceh sampai dengan Papua, tepatnya di Wamena yang ditempuh dengan perjalanan udara menggunakan pesawat selama sembilan jam 15 menit. "Itu naik pesawat, bayangkan jalan kaki berapa tahun?" katanya.

Ia juga menceritakan, jika jarak tempuh itu bisa juga dilakukan dari London sampai dengan Istanbul, Turki yang melewati sekitar sembilan negara besar. "Kalau di Indonesia dari Sabang Sampai Merauke. Ini negara besar," katanya.

Ia menceritakan, Indonesia juga dianugerahi perbedaan, mulai dari perbedaan suku, agama, tradisi adat, bahasa lokal semuanya beda. "Ini anugerah bangsa Indonesia tidak ada negara lain. Di Singapura empat suku, Afghanistan ada tujuh suku. Di Indonesia ada 714 suku," ujarnya.

Termasuk juga bahasa daerahnya, ada 1.100 lebih bahasa yang berbeda semuanya. Jangan sampai membedakan agama suku adat dan tradisi ini anugerah bangsa Indonesia. "Oleh karena tidak boleh gampang curiga, gampang berprasangka tidak baik, pilihan bupati, wali kota, gubernur, presiden, berprasangka tidak baik, apalagi sesama Muslim jaga ukhuwah islamiyah," katanya.

Yang seharusnya dikembangkan, kata dia, adalah berpikir positif, penuh kecintaan dan itu harus dikembangkan supaya tumbuh optimisme. Dalam kunjungan itu, Jokowi ditemani dengan Gubernur Jatim Soekarwo, Gubernur Jatim terpilih, Khofifah Indar Parawansa.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement