Jumat 06 Jul 2018 01:22 WIB

Menag Bersyukur Kehidupan Beragama di Jatim Tetap Terjaga

Penyuluh agama memberikan kontribusi menjaga kerukunan dan keharmonisan antaragama.

Rep: Muhyiddin/ Red: Ani Nursalikah
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

REPUBLIKA.CO.ID, SIDOARJO -- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyapa ribuan penyuluh agama dan guru madrasah se-Jawa Timur dalam kegiatan Halal Bi Halal Kanwil Kemenag Jatim dan Jambore Penyuluh Agama 2018. Dalam acara ini, Lukman bersyukur karena kehidupan keagamaan di Jawa Timur tetap terjaga.

Menurut Lukman, agama jangan digunakan untuk merendahkan sisi kemanusian, akan tetapi digunakan untuk terciptanya kedamaian dan kerukunan. Selain itu, kehidupan antar umat beragama juga bisa saling menyejahterakan.

 

"Selaku Menteri Agama saya amat bersyukur kehidupan kegamaan di Jawa Timur terus bisa terjaga dengan baik dan ini karena ikhtiar dan upaya yang terus-menerus dilakukan para tokoh lintas agama dan penyuluh agama yang memberikan kontribusi cukup baik dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan antaragama di Jawa Timur," ujar Lukman seperti dikutip dari lama resmi Kemenag, Kamis (5/7).

 

Halal bihalal sekaligus dialog kebangsaan tersebut digelar di Lapangan Gedung Santri Komplek Kanwil Kemenag Jawa Timur, Sidoarjo, Kamis (05/07). Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Ketua MUI Jatim, Direktur PTKI Arskal Salim, Direktur Penerangan Agama Islam, Dirjen Bimas Islam, Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Mastuki, Kepala Biro Ortala, Afirizal Zen, Kasubag TU Pimpinan Khoirul Huda, serta Staf Khusus Menag, Gugus Joko Waskito.

 

Lukman mengatakan, pertemuan ribuan penyuluh  agama dan guru madrasah Jatim ini tidak sekadar halal bi halal, melainkan juga untuk meneguhkan komitmen bersama. "Ini tidak sekadar halal bi halal dan silaturahmi keluarga besar Kanwil Kemenag Jatim, para Penyuluh Agama Islam, Penyululuh Lintas Agama dan para guru madrasah, melainkan meneguhkan komitmen bersama bahwa agama harus senantiasa dibawa untuk upaya menjaga memelihara dan melindungi harkat martabat kemanusiaan," kata Lukman.  

 

Kakanwil Kemenag Jatim, Samsul Bahri menyatakan Jambore Penyuluh Agama Islam dan Lintas Agama yang berlangsung dari 3-5 Juli 2018 ini mengusung tema 'Rajut ukhuwah wathoniyah, tebarkan kedamaian, rekatkan persatuan dan kesatuan bangsa'.

 

Menurut dia, Jambore Penyuluh ini baru kali pertama di gelar dan Jatim mengawalinya. Kegiatan ini tidak sekadar antisipasi, melainkan untuk menyiapkan generasi ke depan sebagai simbol kedamaian di Indonesia. "Gelaran ini sebagai bentuk penguatan masyarakat terhadap cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sekaligus membuktikan kalau di Jatim tidak ada persoalan masalah keagamaan," jelas Samsul.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement