Selasa 17 Apr 2018 21:10 WIB

'Perekrutan Hafiz Quran Masuk Akpol Sebuah Kebanggaan'

Selama ini, lulusan pesantren terkesan dianaktirikan masuk ke sekolah kedinasan itu.

Rep: Andi Nur Aminah/ Red: Agus Yulianto
Umar Hasibuan
Foto: dok. Istimewa
Umar Hasibuan

REPUBLIKA.CO.ID, LABUHANBATU -- Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Muhsinin, Labuhanbatu, Sumatera Utara Dr H Muhammad Umar Syadat Hasibuan mengatakan, trobosan Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Komjen Syafruddin, yang mencanangkan perekrutan lulusan Pesantren untuk masuk Akademi Kepolisian (Akpol) maupun sekolah calon Bintara, merupakan kebahagiaan yang patut disyukuri.

"Sebagai pimpinan Pesantren Daarul Muhsinin, Labuhanbatu, Sumut, tentu saya sangat mengapresiasi hal tersebut," katanya dalam keterangannya yang disampaikan kepada Republika.co.id, Selasa (17/4).

Selain itu, kata dia, pernyataan Wakapolri yang akan merekrut hafiz Alquran pada tahun ini untuk masuk Akpol adalah sebuah kebanggaan bagi seluruh Pesantren di Indonesia. "Pesantren-pesantren di Indonesia wajib merespons program Polri ini dengan mempersiapkan mutu pendidikan yang lebih berkualitas bagi santri-santri agar lulusan pesantren mampu bersaing memasuki Akpol maupun Bintara," ujarnya.

Selama ini, kata dia, lulusan pesantren terkesan dianaktirikan untuk memasuki sekolah kedinasan tersebut. Padahal, berkat didikan Pondok Pesantren yang mengutamakan kedisiplinan, tidak hanya kecerdasan emosional, tetapi mengutamakan kematangan emosional dan spiritual, sehingga lulusannya mampu dan unggul untuk menjadi taruna-taruna Kepolisian yang handal.

Pondok Pesantren juga menekankan pendidikan bertaraf Internasional, namun tidak lupa kebudayaan dan kearifan lokal. Hal ini menjadi kekhasan Pondok Pesantren. Pendidikan yang diberikan tidak menjauhkan santri-santri dari realitas keseharian. Hal ini adalah dasar SDM yang dibutuhkan Polri yang Promoter (Profesional, Modern dan Terpercaya)

"Saya mengapresiasi langkah Wakapolri yang rajin mengunjungi Pondok Pesantren dan ulama. Semoga hubungan Polri dengan Umat Islam semakin baik," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Komjen Polisi Syafruddin mencanangkan, perekrutan lulusan pesantren untuk masuk Akademi Kepolisian (Akpol) maupun sekolah calon bintara.

"Pada tahun ini, kami canangkan merekrut para lulusan pesantren untuk masuk Akpol maupun bintara. Akan tetapi, karena memang karena di sana-sini belum sempurna, kami masih perlu melakukan revisi," katanya selepas memberikan perkuliahan di Pondok Pesantren Modern Tazakka di Batang, Selasa (17/4).

Ia mengatakan, Polri akan memberikan kemudahan bagi lulusan ponpes yang akan masuk sekolah kepolisian. "Nanti kami atur regulasinya dan aturannya. Pada tahun ini, Polri akan merekrut hafiz Alquran untuk menjadi anggota Polri," katanya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement