Jumat 06 Apr 2018 11:07 WIB

Aksi Bela Islam Dilaksanakan Setelah Shalat Jumat

Aparat gabungan TNI-Polri disiagakan.

Rep: Rahma Sulistia/ Red: Agung Sasongko
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Raden Prabowo Argo Yuwono
Foto: RepublikaTV/Havid Al Vizki
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Raden Prabowo Argo Yuwono

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Aksi Bela Islam 6-4 dikabarkan akan dihadiri 1.000 peserta, yang dilakukan di depan Gedung Bareskrim, Gambir, Jakarta Pusat, hari ini, Jumat (6/4), setelah shalat Jumat. Polisi menyiapkan 6.500 personel gabungan TNI-Polri.

 

"Kami siapkan 6.500 personel gabungan TNI-Polri berjaga di sana. Aksi unjuk rasa dilakukan usai shalat Jumat sekitar pukul 13.00 WIB," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi wartawan kembali, Jumat (6/4).

 

 

Aksi dilaksanakan dengan titik kumpul di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Lalu, massa aksi akan menuju ke depan Gedung Bareskrim, Gambir, Jakarta Pusat. Adapun tuntutan mereka adalah menginginkan polisi mengusut tuntas kasus Sukmawati.

 

"Tuntutannya mendukung Polri tangkap, adili, dan penjarakan penista agama sebagai bentuk reaksi atas puisi yang dibacakan Sukmawati," papar Argo.

 

Sebelumnya, diberitakan bahwa umat Islam disebut-sebut akan melakukan unjuk rasa bertajuk Aksi Bela Islam 6-4, sebagai bentuk protes puisi Sukmawati, "Ibu Indonesia". Unjuk rasa tersebut akan dilakukan di depan Gedung Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (6/4).

 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono sebelumnya menyatakan sudah menerima surat pemberitahuan unjuk rasa, yang akan dilakukan oleh sejumlah organisasi masyarakat Islam. Menurut dia, peserta yang hadir mencapai 1.000 peserta.

 

Lebih lanjut, Argo mengungkapkan, karena adanya unjuk rasa ini, aktivitas di jalan raya berpotensi akan sedikit terganggu. Namun, untuk pengalihan arus, ia menyebutkan akan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement