Ahad 01 Apr 2018 14:43 WIB

Ustaz Somad Ingatkan Teknologi Bisa Jadi Laknat dan Berkah

Kemajuan teknologi harus diimbangi dengan pengendalian manusia.

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Dwi Murdaningsih
Ustaz Abdul Somad menyampaikan khutbah Jumat betajuk Kepemimpinan Islam yang Berkah dalam Safari Dakwah, di Masjid Habiburrahman, Kota Bandung, Jumat (30/3).
Foto: Republika/Edi Yusuf
Ustaz Abdul Somad menyampaikan khutbah Jumat betajuk Kepemimpinan Islam yang Berkah dalam Safari Dakwah, di Masjid Habiburrahman, Kota Bandung, Jumat (30/3).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Ustaz Abdul Somad (UAS) mengisi safari dakwahnya di Masjid Salman ITB, Ahad (1/4). Dakwahnya kali ini bertemakan 'Teknologi Untuk Indonesia'.

Ustaz Somad mengatakan perkembangan teknologi saat ini terjadi melalui proses berpikir manusia. Teknologi ini bukan hanya bisa menjadi rahmat bagi umat manusia, tapi juga bisa menjadi laknat.

"Begitu hebatnya teknologi saat ini. Ada kalanya teknologi menjadi berkah, menjadi rahmat.Tapi ada masanya teknologi akan menjadi lawan dari rahmat yaitu laknat," kata Ustaz Somad di hadapan para jamaah yang memadati lokasi dakwahnya.

Ia memaparkan saat ini teknologi bisa menjadi rahmat karena dimanfaatkan sebagai sesuatu yang positif. Contohnya, saat ikut pengajian yang disampaikan ustaz bisa direkam dan didengarkan kembali lain waktu untuk kembali belajar.

Manusia, katanya, saat ini bisa berkomunikasi jarak jauh. Bisa berkirim surat atau foto yang awalnya berbulan-bulan tapi saat ini bisa langsung sampai.

Namun, ia menegaskan teknologi pun bisa menjadi laknat karena dimanfaatkan untuk hal yang negatif. Akibatnya menimbulkan sesuatu yang buruk dan berujung pada dosa.

"Hari ini lewat teknologi, bisa mengintip, mengintai, mengawasi orang lain. Maka tidak jarang kita temukan orang yang tiba-tiba menelpon Ustaz Abdul Somad menangis bercerita, saya sudah melakukan dosa, saya masih menjalin hubungan dengan mantan karena berawal dari facebook. Melalui facebook saling tukar cerita, kemudian bertemu, dan terjadilah perbuatan maksiat," kata dia.

Tak jarang, ujarnya, teknologi membuat manusia lalai atas kewajibannya sebagai hamba Allah. Di antaranya lalai menunaikan salat wajib akibat terlalu asyik bermain teknologi.

Ia menuturkan kemajuan teknologi harus diimbangi dengan pengendalian manusia. Sehingga tidak dikuasai oleh teknologi yang tidak sebanding dengan kebesaran Allah.

"Maka sesungguhnya kaitan teknologi dengan akal manusia bahwa manusia lemah tidak punya apa-apa. Maka harus bisa mengendalikannya. Harus adil pembagian waktunya. Dengan sikap adil itu, jangan sampai kita dikuasai teknologi tapi kuasai teknologi, maka kita jadi hamba yang diridhoi Allah SWT," ujarnya.

Ia menambahkan kemampuan manusia yang memgaku hebat dengan menciptakan kemajuan teknologi tidak bisa dibandingkan dengan kekuatan Allah. Allah telah menurunkan semuanya melalui Alquran.

"Kemampuan manusia yang katanya hebat masih belum ada apa-apanya dibanding teknologi yang diceritakan Allah dalam alquran. Maka yang mebaca Alquran dia semakin cerdas semakin berpikir," ucapnya.

Ustaz Somad menggelar safari dakwahnya di Bandung selama tiga hari sejak Jumat (30/3). Ia juga menyempatkan menggelar kajian tauhid bersama KH. Abdullah Gymanstiar (Aa Gym) dan Ustaz Zainul Majdi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement