Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

BEM IAIN Bukittinggi Bentuk Tim Kajian Kebijakan Cadar

Ahad 18 Mar 2018 18:20 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Hazliansyah

Edaran yang berisikan imbauan bagi civitas akademika IAIN Bukittinggi untuk tidak mengenakan cadar.

Edaran yang berisikan imbauan bagi civitas akademika IAIN Bukittinggi untuk tidak mengenakan cadar.

Foto: Istimewa
Kajian yang dilakukan akan mendalami esensi dari kebijakan rektorat

REPUBLIKA.CO.ID, BUKITTINGGI -- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi membentuk tim kajian untuk mendalami kebijakan kampus soal pembatasan penggunaan cadar di lingkungan akademik.

Ketua BEM IAIN Bukittinggi, Beni Hari Mulia, menjelaskan, bahwa kajian yang dilakukan akan mendalami esensi dari kebijakan rektorat yang mengimbau dosen dan mahasiswi agar tidak mengenakan cadar di dalam kampus.

"Jadi kajiannya bukan spesifik tentang cadarnya, namun pembahasan mengenai kondisi saat ini dan langkah penyelesaian polemik," ujar Beni, Ahad (18/3).

BEM IAIN Bukittinggi, lanjut Beni, berharap agar polemik cadar bisa dirampungkan dengan baik tanpa mencederai aturan yang ada. Yang terpenting baginya, agar iklim pembelajaran kembali kondusif.

"Karena polemik ini sedikit banyak mempengaruhi psikologi mahasiswa," ujarnya.

Rencananya, BEM IAIN Bukittinggi akan membawa hasil kajian tentang aturan berbusana di dalam kampus kepada pihak rektorat pada pekan depan.

Jumat (16/3) lalu ratusan mahasiswa IAIN Bukittinggi juga melakukan aksi tanda tangan di atas poster bertuliskan 'Mahasiswa IAIN Bukittinggi Tolak Berita Hoaks'.

Aksi yang dilakukan seluruh perwakilan organisasi kampus tersebut bertujuan menepis anggapan masyarakat bahwa IAIN Bukittinggi disusupi ideologi radikal atau bahkan liberal dalam kebijakannya membatasi penggunaan cadar di kampus.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA