Senin 12 Feb 2018 20:42 WIB

HIS Latih 200 Pakar Industri Halal

Pihak luar sangat tertarik pada industri halal, tetapi menghadapi kendala.

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Agus Yulianto
Halal Malaysia (Ilustrasi)
Foto: arabianoilandgas.com
Halal Malaysia (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SELANGOR -- Halal International Selangor (HIS) menargetkan adanya 200 tenaga terampil mengelola dan menangani jaminan halal global sebelum akhir 2018. Diharapkan, para tenaga terampil itu ditargetkan mampu mengembangkan produk dan layanan yang memenuhi standar halal.

Direktur HIS Mahmud Abbas menjelaskan, pelatihan tenaga terampil dilakukan melalui bantuan para dosen Universitas Islam Selangor International (KUIS), pejabat pemerintah negara bagian, dan aparat penegak hukum lokal yang memainkan peran utama di tingkat nasional dan global.

Mahmud mengatakan, permintaan pasar halal global terus meningkat. Sehingga, harus dimobilisasi secara strategis untuk memberdayakan ekonomi negara dan pengusaha industri.

"Dari perspektif HIS, pihak luar sangat tertarik pada industri halal, tetapi menghadapi kendala, terutama dengan tidak adanya keahlian dan aspek teknis yang bisa mengembangkan produk yang memenuhi standar halal," kata Abbas dilansir dari Malaysia Kini, Senin (12/2).

Dia mengatakan, selain memasok ke perusahaan lokal, para ahli terlatih akan dikirim ke Cina, Hong Kong, Taiwan, dan Korea Selatan untuk membantu perusahaan-perusahaan yang ingin terjun ke industri halal. Dengan demikian, negara-negara tersebut akan menghadapi standar halal seperti yang ditetapkan oleh Departemen Pengembangan Islam Malaysia, serta memfasilitasi perusahaan memperoleh sertifikat halal.

Ketua Komite Desa Tradisional Ahmad Yunus Hairi mengatakan, inisiatif pemerintah negara bagian membangun program pengembangan kapasitas industri halal, dianggap sebagai platform terbaik dalam melestarikan produk halal. Serta, menumbuhkan kesadaran akan pentingnya standar halal.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement