Selasa 06 Feb 2018 21:00 WIB

Dakwah Islam di Madagaskar dalam Catatan Sejarah

Sekitar abad ke-10, banyak warga Arab datang dan berdagang ke pantai timur Afrika.

Pulau Madagaskar
Pulau Madagaskar

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Sejarah mencatat, Islam masuk ke Madagaskar melalui jalur perdagangan. Dimulai sekitar abad ke-10 atau ke-11, banyak warga Arab datang dan berdagang ke pantai timur Afrika. Budak dari Zanzibar juga banyak yang bekerja di kawasan itu.

Namun, Islam baru benar-benar menyentuh Madagaskar kala imigran Arab mulai menetap di area Majunga, bagian barat laut pulau. Bangsa Arab Muslim mendirikan pos perdagangan di sepanjang pantai di bagian barat laut tersebut.

Pada abad pertengahan, raja-raja di pulau Madagaskar secara intensif berinteraksi dengan para saudagar dari Arab, Persia, dan Somalia. Mereka menjualbelikan barang dari India dan Timur Tengah.

Para pedagang ini bisa masuk dengan mudah karena membawa paham kesamaan hak antara manusia, antara wanita dan pria. Di masa penjajahan Prancis, perkembangan Islam tak terhenti.

Pascakemerdekaan tahun 1958, Madagaskar memilih menjadi sekuler dengan berpihak pada Uni Soviet. Meski demikian, semua agama yang ada di pulau indah ini boleh terus dikembangkan.

Saat ini, Madagaskar lebih dekat pada negara bekas penjajah, Prancis. Dalam hal agama, Kristen hanya dipeluk oleh sekitar 41 persen warga, sementara mayoritas orang Madagaskar (52 persen) menganut kepercayaan tradisional. Bagaimana dengan Islam?

Agama Allah ini pun berkembang  pesat. Pengaruh Muslim Arab banyak dijumpai di bagian tenggara pulau. Tak sedikit pula masyarakat setempat yang mulai tertarik pada Islam, yang dianggap sebagai agama nenek moyang mereka.

(Baca: Islam Tumbuh Pesat di Madagaskar)

sumber : Dialog Jumat Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement