Rabu 17 Jan 2018 08:16 WIB

Habib Luthfi: JATMAN Bukan Wahana Berpolitik

Rep: s bowo pribadi/ Red: Esthi Maharani
 Pengurus JATMAN (Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah)
Foto: Istimewa
Pengurus JATMAN (Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah)

REPUBLIKA.CO.ID, KAJEN -- Warga Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al Mu'tabarah An Nahdliyyah (JATMAN) diingatkan untuk tidak hanyut dalam pusaran politik demi kepentingan kekuasaan, oleh kekuatan politik tertentu. Sesuai dengan amanah para ulama pendahulu, warga tarekat ini harus mampu menjadi tauladan dalam menjaga keutuhan bangsa di tengah- tengah masyarakat.

Rais Aam Jatman, Habib Luthfi bin Yahya, mengatakan, warga tarekat rentan dilirik oleh kekuatan politik. Tak terkecuali kekuatan politik yang saat ini tengah berkompetisi untuk memobilisasi dukungan suara, dalam kontestasi demokrasi pada tahun politik ini.

Namun ia menegaskan, gerakan tarekat di bawah JATMAN bukan gerakan politik. Karena JATMAN bukanlah lembaga politik dan wahana untuk berpolitik.

"Politik JATMAN adalah politik kebangsaan, yang tak lain untuk menjaga dan memelibara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," ujarnya, Senin (15/1).

Menurut Habib Luthfi, para pengamal ajaran tarekat harus bisa menjadi tauladan dengan mewarisi sikap para ulama terdahulu yang ikut serta mendirikan bangsa ini. Karena peran para ulama inilah bangsa Indonesia yang majemuk dan menyatukan berbagai suku bangsa dan bahasa bisa terwujud.

Dengan demikian lanjutnya, warga tarekat yang dalam kehidupan sehari- harinya mendapatkan bimbingan dari para mursyid dan pimpinan Jatman hendaknya selalu terpanggil jiwa dan raganya untuk mempertahankan NKRI.  Dalam meneladani perilaku mulia ulama terdahulu, warga tarekat tidak menghadapi kesulitan, karena setiap saat sudah terlatih bagaimana menyikapi berbagai perbedaan.

Kendati begitu, munculnya perbedaan cara mengamalkan ajaran tarekat oleh para mursyid kepada para muridnya tidak sampai memunculkan gejolak atau konflik. Karena warga tarekat di Indonesia yang terhimpun dalam Jatman meyakini ajaran- ajaran tarekat yang ada tetap memiliki hubungan atau kesinambungan yang jelas.

"Bahkan jika harus ditelusuri sumbernya, tarekat ini sama- sama berasal dari ajaran yang disampaikan oleh Rasulullah Muhammad SAW, tegas Habib Luthfi.

(Baca juga: Habib Luthfy: NKRI Harga Mati Bagian Sikap JATMAN)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement