Jumat 05 Jan 2018 19:45 WIB

Ketika Sijistan Ditaklukkan Pasukan Islam

Sijisntan Masuk ke dalam Provinsi Dinasti Safawi.
Foto: Wikipedia
Sijisntan Masuk ke dalam Provinsi Dinasti Safawi.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Hamid Nasem Rafiabadi (2003) dalam World Religions and Islam: a Critical Study, menjelaskan, penaklukan Islam pernah terjadi di Sistan. Ia menuliskan, Sistan diinvasi dan ditaklukkan oleh ekspedisi dari Kirman (sekarang ibu kota Provinsi Kerman, Iran; juga dikenal dengan nama Carmana).

Kaum Muslim mencoba menaklukkan wilayah itu  sejak  23 Hijriah (634/644 M) ketika Asim bin Amr dan Abdullah bin Umar membuat serangan dan menangkap/merebut Zarang (kota perbatasan di barat daya Afghanistan modern). Orang-orang Sistan menyimpulkan sebuah perjanjian dengan para Muslim dengan efek mereka harus membayar kharaj (istilah Islam: pajak atas lahan pertanian).

 

Komandan tentara Muslim yang berkemah di Kirman, Abdullah bin Amir, mengutus al-Rabi bin Ziyad al-Hanithi ke Sistan. Dikatakan bahwa ketika komandan Zarang, Aparwez, tampil di hadapan Rabi untuk berdiskusi, ia menemukan sang jenderal (Rabi) sedang duduk di atas mayat tentara.

Saffarids (861-1002 M), salah satu dinasti Iran yang muncul pada awal era Islam, pernah menguasai Sistan. Namun, Mahmud Ghaznawi (penguasa Dinasti Ghaznavid yang paling masyhur; berkuasa pada 997-1030) menginvasi Sistan pada 1002 dan mengakhiri Dinasti Saffarids.

Setahun kemudian, Sistan melakukan pemberontakan. Sebagai responsnya, Mahmud membawa tentara untuk menekan pemberontakan tersebut. Pasukan-pasukan Hindu Mahmud menjarah Masjid Zarang dan melakukan pembunuhan massal pada Muslim yang berada di dalamnya.

Sistan memiliki hubungan yang kuat dengan Zoroastrianisme. Sepanjang era Dinasti Sassaniyah, Danau Hamun yang terdapat di Sistan merupakan satu dari dua situs ziarah bagi pengikut agama tersebut. Dalam tradisi Zoroastrianisme, danau tersebut dianggap sebagai penjaga bibit Zoroaster.

Menurut penganut paham tersebut, tiga perawan akan memasuki danau tersebut sebelum renovasi akhir dunia (kiamat). Masing-masing kemudian menyumbangkan kelahiran bagi Saoshyans yang akan menjadi penyelamat umat manusia pada renovasi akhir dunia. Dalam Zoroastrianisme, Saoshyans adalah penyelamat akhir dunia dan pemadam kejahatan di dalamnya. Ia diyakini sebagai yang utama dari tiga penyelamat yang mereka yakini.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement