Selasa 05 Dec 2017 09:12 WIB

Muslim Afrika Selatan Desak RS Sediakan Ruang Ibadah

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Esthi Maharani
Muslim Afrika Selatan.
Foto: Lenzinfo.co.za
Muslim Afrika Selatan.

REPUBLIKA.CO.ID, PRETORIA -- Umat Muslim di ibukota Afrika Selatan, Pretoria, meminta pemerintah mendesak sebuah rumah sakit menyediakan tempat ibadah. Seorang aktivis sosial, Yusuf Abramjee, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa mereka telah meminta pihak berwenang untuk menyediakan ruang shalat di Rumah Sakit Akademik Steve Biko selama tiga tahun terakhir. Namun, pihak rumah sakit mengabaikan seruan mereka.

Dia mengatakan, bahwa dirinya telah mengajukan keluhan atas nama umat Muslim kepada Komisi untuk Promosi dan Perlindungan Hak Komunitas Budaya Agama dan Bahasa, untuk melakukan arbitrase terkait masalah tersebut.

"Ada banyak dokter, staf dan pasien Muslim yang terus datang ke rumah sakit, namun mereka tidak memiliki tempat untuk melakukan ibadah shalat. Kami siap melengkapi dan merawat fasilitas kami sendiri jika diberi ruang," kata Abramjee, dilansir dari World Bulletin, Selasa (5/12).

Ibrahim Vawdwa, seorang peneliti pada kelompok advokasi Muslim Media Review Network (MRN) yang berbasis di Johannesburg, mengatakan bahwa umat Muslim telah diberi fasilitas ibadah di sebagian besar ruang publik termasuk, di bandara. Karena itu, mereka akan menghargai jika pihak rumah sakit memberikan mereka ruang ibadah.

Vawdwa mengatakan, bahwa konstitusi Afrika Selatan menghormati kebebasan beribadah. Sementara umat Islam juga memiliki hubungan yang baik dengan kelompok beragama yang lain di negara tersebut.

Di sisi lain, juru bicara Departemen Kesehatan provinsi, Lesemang Matuka, mengatakan bahwa mereka telah mendengar masalah tersebut. Ia mengatakan, pihaknya akan berkomunikasi dengan media mengenai masalah itu pada waktunya.

Muslim membentuk sekitar 2 persen dari 55 juta penduduk di Afrika Selatan. Terlepas dari jumlah mereka, umat Muslim di sana memainkan peran penting dalam perekonomian negara. Termasuk perdagangan, akademisi, dan politik.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement