Rabu 22 Nov 2017 08:33 WIB

Menag Sebut ISIS Kaku Terjemahkan Agama

Rep: muhyiddin/ Red: Budi Raharjo
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (tiga kanan)
Foto: Muhyiddin
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (tiga kanan)

REPUBLIKA.CO.ID,TANGERANG SELATAN -- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyebut bahwa kelompok teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) sangat kaku dalam menerjemahkan agama karena hanya memahami agama secara tekstual saja. Karena itu, melalui Pendidikan Islam Kemenag mencoba untuk menyeimbangkan antara pendekatan teks itu dengan keilmuan nalar.

"ISIS misalnya di luar dirinya kafir semua, lalu begitu kaku menerjemahkan agama karena terlalu bertumpu kepada teks," ujarnya usai membuka kegiatan International Islamic Education Expo (IIEE) di Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (21/11) malam.

Dengan hanya bertumpu pada teks, menurut dia, kelompok seperti ISIS akhirnya tidak dapat merespon tuntutan dan dinamika yang berkembang saat ini. Karena itu, Perguruan Pinggi Islam atau di pesantren saat ini mengajarkan agar tidak hanya menggunakan pendekatan tekstual saja.

"Tidak diimbangi teks dengan konteks, sehingga tercerabut dari teks ayat-ayat alquran dan hadis. Kita sebagaimana diwariskan pesantren selalu mensinergiskan pendekatan ini," ucapnya.

Ia mengatakan bahwa tokoh umat Islam saat ini harus selalu menjaga warisan para ulama terdahulu bahwa pendidikan Islam harus diajarkan secara seimbang antara pendekatan tekstual dan kontekstual. Karena, menurut dia, teks dan konteks selalu saling mengisi dalam menyelesaikan persoalan keagamaan.

"Teks dan konteks senantiasa di gunakan bersama untuk saling mengisi tidak untuk diperhadapkan, kontradiksikan. Paham ekstrem itu terlalu mengagungkan atau mendewakan teks dan menafikan yang lain," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement