Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Memakmurkan Masjid

Sabtu 11 Nov 2017 04:21 WIB

Rep: mg02/ Red: Agung Sasongko

Umat muslim mendengarkan ceramah di Masjid komplek Islamic Center Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat. (ilustrasi)

Umat muslim mendengarkan ceramah di Masjid komplek Islamic Center Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat. (ilustrasi)

Foto: Republika/Musiron

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Meramaikan masjid menjadi salah satu bentuk syiar Islam. Namun, bagaimana jadinya jika ramainya masjid hanya digunakan untuk hal-hal di luar kegiatan peribadatan? Allah SWT melalui Nabi- Nya sudah mengisyaratkan untuk memanfaatkan masjid dengan sebaik-baiknya. Apalagi, masjid adalah rumah Allah yang patut untuk dimuliakan.

Salah satu bentuk pemuliaan terhadap masjid adalah dengan menjadikannya sebagai tempat berdoa dan meminta sesuatu ha nya kepada Allah. Hal itu ditegaskan oleh pimpinan AQL Islamic Center Ustaz Bachtiar Na sir da lam sebuah majelis taklim berte ma "Penjelasan Dasar-Dasar Risa lah Muhammad Shallallahu 'Alai hi Wasallam" di Masjid Raya Pon dok Indah, Jakarta, belum lama ini.

Mengutip surah al-Jinn ayat 18, ustaz yang akrab disapa UBN itu mengatakan, memuliakan mas jid dengan cara meramaikannya akan meningkatkan kualitas sinyal kebaikan di sekitarnya. Ia menegaskan, sinyal kebaikan itu bisa menyegerakan terkabulnya doa dan turunnya pertolongan Allah dengan segera.

"Masjid adalah rumah Allah. Di dalam tempat kita berdoa dan meminta kepada-Nya. Jangan sampai kita datang ke masjid, kita berdoa di dalamnya kemudian dengan niat untuk beribadah selain kepada Allah. Ini jangan sampai terjadi," ujar UBN kepada jamaah yang tam pak antusias mengikuti cera mahnya.

Surah al-Jin ayat 18 yang arti nya, "Dan sesungguhnya masjidmasjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu me nyembah seorang pun di dalamnya di samping (beribadah kepa da) Allah." Di tengah kesunyian ja maah yang saksama mendengar kan ceramahnya, UBN kemudian mencontohkan salah satu kisah yang dahulu pernah dialami oleh Nabi Zakariya. Ketika itu, kata UBN, Nabi Zakariya sedang ber doa di mihrab (tempat men dekat kan diri pada Allah) rumahnya meminta untuk diberi keturunan. UBN melanjutkan kisahnya.

Seketika, malaikat turun memberikan kabar gembira kepada Nabi Zakariya bahwa Allah akan segera mengabulkan doanya be rupa diciptakannya Yahya seba gai anak keturunan Nabi Zaka riya. Padahal, kata UBN, Nabi Za kariya saat itu telah uzur (usia lanjut). "Allah melalui malaikat- Nya meberikan kabar gembira kepada hamba-Nya, yaitu Nabi Zakariya. Semua tidak ada yang tidak mungkin selama sinyalsinyal kebaikan di tempat kita memiliki jaringan yang kuat," katanya.

Hanya saja, UBN menyayang kan masyarakat Muslim di Indonesia masih sedikit yang sadar akan manfaat besar yang terkandung pada mihrab-mihrab yang terdapat di dalam rumah. Ia mengingatkan masyarakat Mus lim untuk tidak membiarkan setan masuk ke rumah melalui ruangan televisi.

"Setan bisa masuk melalui ruangan televisi. Setan akan lari ketika rumah-rumah kita dekat diramaikan dengan ibadah kepada Allah. Setan juga akan lari ketika mendengar azan berkumandang. Setan akan berlari menjauh seraya menutup telinganya rapat-rapat supaya tidak mendengar azan," katanya. Bachtiar pun mengajak umat Islam untuk memuliakan masjid.

Dalam pandangan UBN, masjid adalah tempat paling mulia. Se bab, kata dia, masjid adalah ru mah Allah yang dijadikan sebagai tempat untuk peribadatan sebagaimana banyak dijelaskan di dalam Alquran. "Masjid adalah rumah Allah. Di dalamnya tem pat kita berdoa dan meminta ke pada-Nya," ujar UBN.

UBN mengatakan, salah satu alasan mengapa berdoa di Mas jidil Haram dan Masjid Nabawi sa ngat ijabah karena lebih ke pa da tempat itu adalah tempat yang suci. Keduanya, kata UBN, dijaga oleh Allah melalui kemuliaan-ke muliaan. Kemuliaan itu didapat karena banyak orang yang beribadah dan berdoa di tempat itu.

Di akhir penyampaiannya, UBN mengajak umat untuk ber satu padu merapatkan shaf (ba ris an). Dia berharap kaum Mus limin menjadi umat yang kokoh dan tak mudah dilecehkan oleh orang-orang yang menginginkan keburukan untuk Islam.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA