Ahad 05 Nov 2017 05:43 WIB

Mengapa Seorang Muslim Perlu Rajin I’tikaf di Masjid?

DR KH Cholil Nafis MA memberikan tausiyah pada i'tikaf di Masjid Agung Sunda Kelapa (MASK) Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (4/11) malam.
Foto: Dok MASK
DR KH Cholil Nafis MA memberikan tausiyah pada i'tikaf di Masjid Agung Sunda Kelapa (MASK) Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (4/11) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Saat ini banyak masjid yang menggelar i’tikaf . Baik i’tikaf rutin bulanan di luar bulan Ramadhan maupun i’tikaf 10 malam terakhir pada bulan Ramadhan.

I’tikaf tersebut diisi dengan qiyamullail berjamaah, zikir dan doa, tadarus Quran dan mendengarkan ceramah agama.

Salah satu masjid yang rutin menggelar i’tikaf adalah rutin bulanan adalah Masjid Agung Sunda Kelapa (MASK) yang berada di kawasan elit Menteng, Jakarta Pusat. Masjid tersebut rutin mengadakan i’tikaf setiap malam Ahad pertama tiap awal bulan, dan dilanjutkan sampai dengan pagi hari, yakni kuliah Dhuha.

Pada i’tikaf rutin Sabtu (4/11) malam di MASK, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Bidang Dakwah, Dr KH Cholil Nafis MA mengupas hikmah  dan manfaat i’tikaf. Menurutnya, penting bagi seorang Muslim rajin i’tikaf di masjid. “I’tikaf merupakan  salah satu sarana kita untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.  Dengan i’tikaf maka kita mendapatkan pahala seperti pahala umrah,” ujar KH Cholil Nafis.

Ia menambahkan, saat seseorang melaksanakan i’tikaf, maka akan ada tiga rasa. “Pertama, membaca Alquran akan membuat hati menjadi tenang. Saat kita masuk ke dalam masjid maka hati menjadi tenang, bahkan utang yang kita miliki pun kita  lupa,” tuturnya.

Kedua, banyak beristigfar.  Allah tidak akan menimpakan musibah kepada suatu kaum saat kaum tersebut banyak istigfar.

“Mengapa kita harus istigfar, karena kita banyak memiliki dosa yang disengaja maupun dosa yang tidak kita sadari. Dengan istigfar maka akan menggugurkan dosa-dosa kita dan  akan memudahkan semua urusan yang sedang dihadapi,” paparnya.

Ketiga, banyak bershalawat.  “Shalawat Allah SWT  kepada Nabi Muhamad SAW  adalah untuk merahmati Nabi Muhammad. Shalawat kita itu adalah doa. Doa yang kita panjatkan kepada Allah SWT untuk Nabi Muhamad SAW  juga akan menetes kepada kita. Karena di akhirat nanti Nabi Muhamad SAW  akan memberikan syafaatnya kepada kita,” tuturnya.

Cholis Nafis juga menyebutkan tiga manfaat i’tikaf di masjid. Pertama,  tazkiyatun nafsi.  “Membersihkan dan mensucikan jiwa kita dari penyakit hati, mengikis hal-hal yang mengotori hati kita (manusia) seperti iri, dengki, jutek dan lain-lain,” ujarnya.

Kedua, dengan beri’tikaf, seorang Muslim  menyibukkan diri kepada Allah SWT.  “Saat itikaf, kita akan melakukan shalat Tahajud  berjamaah. Dengan tahajud akan semakin mendekatkan diri kita kepada Allah SWT  dan kemuliaan adalah ganjaran yang setimpal yang akan diberikan. Karena para nabi juga sangat gemar  melakukan shalat malam,” kata Cholil.

Ketiga, mau berbagi terhadap sesama (berzakat).  “Dengan kita berbagi akan membuat hati menjadi lebih ikhlas kepada sesama dan semakin memperlancar rezeki kita,” papar Cholil Nafis.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement