Rabu 25 Oct 2017 18:15 WIB

Ini Pentingnya Lindungi Warisan Peradaban Islam

Rep: Marniati/ Red: Agung Sasongko
Peta Kompleks Masjid Al-Aqsha.
Foto: Ilustrasi Ninio
Peta Kompleks Masjid Al-Aqsha.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kesadaran dunia Islam untuk menyelamatkan artefak-artefak tersebut juga sebetulnya mulai menguat. Resolusi Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang dihadiri oleh 28 menteri luar negeri anggota OKI di Bamako 2001 merekomendasikan pendirian Dewan Tertinggi untuk Pendidikan Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Islam (ISESCO).  

ISESCO menyadarai pentingnya melindungi identitas peradaban dan budaya umat Islam di luar dunia Islam, serta pentingnya membangun jembatan komunikasi dengan kompetensi Muslim di luar dunia Islam untuk membantu mereka berkontribusi pada pengembangan komunitas dan mengembangkan aksi budaya bersama bagi umat Islam di luar dunia Islam.

Direktur Jenderal ISESCO Abdulaziz Othman Altwaijri mengatakan, komite Warisan Dunia Islam didirikan karena adanya tantangan berkelanjutan bagi umat Islam, khususnya di negara Arab. Tantangan tersebut meliputi kerusakan dan penjarahan warisan budaya dan peradaban berabad-abad di Irak dan Afghanistan. Lebih buruk lagi adalah penggalian oleh pasukan pendudukan Israel di lingkungan Masjid al-Aqsa.

Ia menjelaskan, dalam menyelamatkan benda peninggalan sejarah Islam, ISESCO melakukan identifikasi monumen bersejarah, budaya, dan agama yang dikategorikan dalam bahaya. Identifikasi ini dilakukan menggunakan teknologi komputerisasi.  

Saat menggelar pertemuan di Tripoli, Libya, 2007, ISESCO mendirikan Komite Warisan Islam untuk mengoordinasikan dan membuat tindakan yang lebih efektif di daerah yang berkaitan dengan warisan budaya Islam.

Setelah berhasil mengidentifikasi benda peninggalan sejarah yang harus dilindung, ISESCO akan menggunakan berbagai macam cara untuk mencegahnya dari kehancuran. Salah satu caranya yaitu melakukan publikasi melalui media massa untuk mengajak semua pihak melindungi benda tersebut agar terhindar dari kehancuran. Dengan demikian benda tersebut dapat digunakan sebagai warisan budaya oleh generasi mendatang.

Yang pasti, warisan kuno ini bukan milik umat Islam sendiri, melainkan juga untuk seluruh umat manusia. Maka, kebutuhan untuk mengerahkan segala upaya yang mungkin untuk menyelamatkannya dari kehancuran, penjarahan, dan Yahudisasi adalah tugas semua pihak.

Selain itu, ISESCO juga melakukan misi penyelamatan benda peninggalan bersejarah Islam di negara-negara yang memiliki jumlah umat Islam minoritas. Hal ini agar identitas Islam di negara tersebut tidak hilang.

Dengan latar belakang ini, ISESCO memberikan perhatian khusus untuk Muslim yang tinggal di luar dunia Islam, baik itu minoritas migran atau warga asli. Melalui beberapa program yang meliputi pendidikan, budaya, ilmu pengetahuan, dan komunikasi untuk Muslim di luar dunia Islam. 

Lembaga Ini juga memberikan kontribusi program keahlian, konsultasi dan kualifikasi, serta melakukan kegiatan seperti pengiriman guru, mengadakan sesi pelatihan dan lokakarya khusus, dan penerbitan buku, penelitian yang berhubungan dengan isu-isu penting migran Muslim sesuai dengan nilai-nilai peradaban Islam

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement