REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dinasti Ayyubiyah merupakan sebuah dinasti Muslim dari suku Kurdi. Dinasti ini didirikan oleh Salahuddin (di Barat disebut Saladdin) dengan pusat pemerintahannya di Mesir. Kekuasan dari dinasti ini cukup luas, yaitu sebagian besar Timur Tengah pada abad-12 dan ke-13.
Dinasti Ayyubiyah menjelma sebagai dinasti yang disegani oleh lawan-lawannya. Namun, ada sisi lain yang menarik di ketahui dari perjalanan dinasti ini. Munculnya nama Shajar al Duur. Ia merupakan perempuan Muslim kedua (setelah Razia Sultanah dari Delhi) yang menjadi penguasa dalam sejarah Islam.
Shajar merupakan istri dari As-Salih Ayyub, sultan Mesir dari Dinasti Ayyu biyah dan Izz al-Din Aybak, sultan Mesir dari Dinasti Bahri. Dalam beberapa catatan sejarah, kiprahnya dalam urusan politik tidak bisa diragukan.
Ia memainkan peran vital dalam Perang Salib Ketujuh melawan Mesir (1249-1250) setelah kematian suami nya. Ia kemudian menjadi Sutana Mesir pada 2 Mei 1250 yang menandai akhir pemerintahan Ayyubiyah dan dimulainya era Dinasti Mamluk.
Mengenai asal-muasal dari Shajar, be berapa sejarawan Muslim masih berbeda pen dapat. Ada yang mengatakan ia berda rah Turki. Ada pula yang mengatakan ber darah Armenia. Shajar disebut-sebut mempunyai pengaruh besar dalam pemerintah an pada abad pertengahan.
Catatan sejarah menyebutkan bahwa Shajar mulanya merupakan seorang budak yang berasal dari Turki. Ia digambarkan sebagai perempuan yang cantik dan cerdas. Kecantikannya membuat dirinya disukai dan dinikahi oleh As-Salih Ayyub, kelak menjadi sultan Mesir setelah Abu Bakar.
Selama pemerintahan As-Salih, raja Prancis mengirimkan banyak pasukan perangnya ke Mesir. Namun, As-Salih juga mem punyai pasukan yang tak kalah tang guh, yaitu prajurit mamluk (budak belian) yang terlatih. Prajurit-prajurit As-Salih mampu mengalahkan pasukan dari raja Prancis.
Kemenangan yang diraih oleh sua minya juga tidak lepas dari peran Shajar. Ia terus mendampingi As-Salih dan mem be rikan banyak masukan dan dorongan pada setiap langkah yang diambil suami nya. Shajar memberikan masukan tentang strategi mengalahkan musuh.




