Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Ukuran Sukses adalah Takwa

Kamis 21 Sep 2017 16:52 WIB

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Agung Sasongko

Takwa (ilustrasi).

Takwa (ilustrasi).

Foto: alifmusic.net

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan tahun baru Islam 1439 hijriah harus menjadi ajang evaluasi diri dan evaluasi kondisi umat Islam. Menurut pandangan Wakil Ketua Umum MUI, Prof Yunahar Ilyas, hikmah tahun baru Islam berdasarkan Surat Al Hasyr Ayat 18, umat Islam diperintahkan untuk melakukan evaluasi diri atau muhasabah.

Prof Yunahar mengatakan, setiap orang harus mengevaluasi diri agar bisa memperbaiki diri di masa yang akan datang. Apa saja yang telah dilakukan di masa lalu harus dievaluasi. Tapi evaluasi tersebut harus memiliki standar supaya ada ukurannya. Agar bisa menilai apakah sudah sukses memperbaiki diri atau belum.

"Ukurannya (sukses memperbaiki diri) bukan harta, pangkat dan jabatan. Ukuran sukses adalah takwa sebab perintah evaluasi diapit dua perintah takwa. Ya ayyuhal ladzina amanut taqullaha wal tandhur nafsum ma qoddamat lighod wattaqullah, di awal (ayat ini) disuruh bertakwa dulu kepada Allah, kemudian evaluasi diri dan akhirnya ditutup dengan takwa," kata Prof Yunahar kepada Republika, Kamis (21/9).

Ia menerangkan, kalau ukurannya adalah takwa maka menyangkut tiga hal, yakni iman, Islam dan ihsan. Jadi, sebagai seorang Mukmin harus mengevaluasi imannya selama ini. Apakah sudah bertauhid dengan benar atau belum. Bertauhid dengan benar artinya tidak mempersekutukan Allah. Jangan sampai melakukan perbuatan syirik karena kalau melakukan perbuatan syirik amal ibadahnya menjadi sia-sia. 

Kedua evaluasi Islam, dia menjelaskan, amal ibadah seorang Muslim dibagi menjadi dua. Pertama ibadah mahdhah seperti sholat dan puasa. Apakah ibadah mahdhah sudah dilakukan dengan ikhlas karena Allah semata dan sesuai tuntunan Rasulullah. Sebab, yang diuji dalam ibadah mahdhah adalah kepatuhan dan kesesuaian. Kedua, ibadah amal, ukurannya harus sesuai dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. 

Prof Yunahar melanjutkan, ukuran takwa yang ketiga adalah ihsan. Artinya terbaik atau sesuatu yang maksimal. "Apakah selama ini hal-hal yang dilakukan sudah hal-hal yang terpuji dan yang mulia dalam kehidupan kita di rumah tangga, dengan tetangga, masyarakat. Kita harus menampilkan yang terbaik, ihsan, seolah dimana pun kita berada yakin Allah selalu menyaksikan kita," jelasnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA