Senin 15 May 2017 19:21 WIB

Shuhaib, Sosok Kepercayaan Amirul Mukminin

Rep: Hasanul Rizqa/ Red: Agung Sasongko
Ilustrasi kafilah dagang di gurun pasir
Foto: saharamet.org
Ilustrasi kafilah dagang di gurun pasir

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bukan hanya dermawan, Shuhaib bin Sinan juga termasuk di antara para sahabat yang cukup banyak meriwayatkan hadis. Ditambah lagi, ia terkenal sebagai orang yang mencatat dengan baik bagaimana sifat shalat Nabi SAW. Kepiawaiannya itu membuat Shuhaib masyhur sebagai seorang yang disegani. Kawan dekatnya, Umar bin Khattab, pun memandang hormat kepada Shuhaib bin Sinan.

Hal ini dibuktikan kelak ketika Umar menjadi khalifah kedua. Jauh-jauh hari, Khalifah Umar telah berpesan kepada orang-orang terdekatnya, Jika terjadi sesuatu pada diri saya, maka hendaknya yang shalat mengimami kalian adalah Shuhaib bin Sinan, selama tiga malam. Lalu, sepakatilah oleh kalian tentang perkara kalian ini. Maka barangsiapa di antara kalian terpilih sebagai pemimpin tanpa permusyawaratan dari kaum Muslim, maka penggal orang yang terpilih itu.

Ucapan Khalifah Umar seperti memprediksi kejadian buruk yang bakal menimpanya kemudian. Sebab, Amirul mu'minin itu ditusuk dari belakang oleh seorang Majusi ketika sedang mengimami shalat Subuh berjamaah. Dalam kondisi gawat itu, Shuhaib bin Sinan tampil sebagai imam pengganti, sebagaimana amanat sang khalifah. Shuhaib terus menjadi imam shalat berjamaah hingga kaum Muslim bersepakat mengenai pengganti Umar bin Khattab di tampuk kekhilafahan.

Shuhaib bin Sinan memang hidup lebih lama dibandingkan sahabatnya tersebut. Shuhaib wafat di usia 70 tahun, di Madinah pada 38 Hijriyah. Sebelumnya, almarhum sempat mengalami sakit keras. Seluruh warga Madinah berdukacita karena kepergian salah seorang tokoh Muslim Muhajirin tersebut. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement