Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

Cinta tak Berujung

Selasa 02 Mei 2017 04:00 WIB

Red: Agung Sasongko

Allah/Ilustrasi

Allah/Ilustrasi

Oleh: Muslimin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jalinan kasih persaudaraan yang disemai Rasulullah di antara para sahabatnya telah membentuk suatu hubungan antarindividu yang saling menguatkan, menghormati, menyayangi, dan semangat untuk maju bersama-sama.

Situasi itulah yang ditunjukkan Sa'ad bin Rabi' tatkala ia menghadapi masa-masa kritis. Meskipun dalam kondisi kritis, ia tetap menunjukkan rasa persaudaraan yang tinggi. Sebagaimana yang diriwayatkan Ibnu Hisyam bahwa Nabi SAW pernah bertanya kepada para sahabatnya, Siapa di antara kalian yang bersedia mencari kabar di mana keberadaan Sa'ad bin Rabi' saat ini. Dia masih hidup atau sudah meninggal.

Salah seorang sahabat dari Anshar me - nya takan kesediaannya untuk mencari di mana keberadaan Sa'ad bin Rabi'. Setelah dicari sekian lama, akhirnya Sa'ad ditemukan dalam keadaan terluka parah dan kondisi kritis. Kemudian sahabat dari Anshar tersebut memberi tahu Sa'ad bin Rabi', Aku diperintahkan Rasulullah untuk mencari dirimu. Guna memastikan apakah engkau masih hidup atau sudah meninggal dunia.

Dalam keadaan terluka parah Sa'ad menjawab, Beri tahu Rasulullah bahwa aku sudah meninggal dan sampaikanlah salamku pada beliau. Kemudian sampaikan juga pada beliau bahwa Sa'ad bin Rabi' berharap, semoga Allah SWT selalu melimpahkan kebajikan, kemuliaan, dan kemenangan atas kepemimpinan Rasulullah SAW.

Kemudian Sa'ad bin Rabi' melanjutkan, Sampaikan juga salamku pada tentara Islam dan aku berpesan para mereka untuk selalu bersama Rasulullah dalam kondisi dan situasi apa pun. Selang beberapa waktu kemudian Sa'ad bin Rabi' mengembuskan napasnya yang terakhir. Sahabat dari Anshar tersebut segera menghadap Rasulullah SAW dan menyampaikan salam dan pesan Sa'ad bin Rabi' kepada Rasulullah dan tentara Muslim.

Keimanan dan kecintaan Sa'ad bin Rabi inilah yang diinginkan Allah SWT, Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upah pun atas seruan cinta-Ku, kecuali cinta dalam kemesraan (kekeluargaan). Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri (QS asy- Syura [42]: 23).

Baha' al-Din (1776-1803), salah satu Sultan di Kesultanan Palembang, juga membangun cinta dalam bingkai persaudaraan. Dengan membangun zawiyah yang berfungsi sebagai penginapan jamaah asal Palembang yang akan pergi ke atau pulang dari Tanah Suci di Jeddah.

Pembiayaan pembangunan zawiyah tersebut menunjukkan keterlibatan langsung kesultanan Palembang dalam mengupayakan cinta persaudaraan.

Nabi Muhammad SAW bersabda, Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal berkasih sayang dan saling mencintai adalah seperti batang tubuh. Apabila salah satu anggotanya mengadu kesakitan, maka seluruh anggota tubuh yang lain turut merasa sakit (HR al-Bukhari).

Dalam hadis yang lain Rasulullah mengingatkan, Tidak beriman salah seorang kalian sehingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, dan An-Nasa'i).

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA