Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Pengaruh Hieroglif Atas Kaligrafi Romawi

Selasa 14 Mar 2017 18:00 WIB

Rep: Marniati/ Red: Agung Sasongko

Batu Nisan Romawi yang diperkirakan berusia 18 abad.

Batu Nisan Romawi yang diperkirakan berusia 18 abad.

Foto: Hurriyet Daily

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pada masa Romawi kuno seni kaligrafi mulai ditemukan pada dinding gua. Marianne Elliott dalam tulisannya yang berjudul The Art of Caligraphy menyebutkan, kaligrafi pada masa Romawi kuno berkembang dan mengadopsi hieroglif dari Mesir yang digunakan pada 3500 SM. Adapun abjad dikembangkan oleh bangsa Romawi kuno pada masa 850 SM.

Kursif roman (atau kursif Latin) adalah bentuk tulisan tangan (atau skrip) yang digunakan di Roma kuno dan sampai batas tertentu pada Abad Pertengahan. Pada masa ini kursif dibagi menjadi dua bagian, yakni kursif kuno (old kursif roman) dan kursif baru.

Kursif kuno disebut juga kursif huruf kecil dan merupakan bentuk sehari-hari tulisan tangan yang digunakan untuk menulis banyak hal. Seperti menulis surat, para pedagang yang menulis tagihan bisnis, oleh anak-anak sekolah yang belajar abjad latin, dan bahkan oleh kaisar saat mengeluarkan perintah.

Sebuah gaya penulisan yang lebih formal didasarkan pada modal Romawi, tetapi kursif yang digunakan lebih untuk menulis informal. Kursif kuno paling umum digunakan sekitar abad kesatu hingga abad ketiga SM. Lalu, pada abad awal kedua SM, komedian Plautus di Pseudolus, membuat referensi untuk kelayakan huruf kursif.

Kursif romawi kuno sangat sulit untuk dibaca bagi orang-orang modern. Skrip menggunakan banyak ligatures atau dua atau lebih huruf yang disatukan serta beberapa istilah yang tidak dikenali.

Sedangkan, kursif Roman baru, disebut juga kursif sangat kecil atau later Roman cursive. Kursif jenis ini dikembangkan dari kursif Romawi kuno yang digunakan dari abad ketiga hingga sekitar abad ketujuh. Jenis kursif ini lebih mudah dikenali oleh pembaca modern. Pada abad kesembilan jenis kursif ini disebarkan sepanjang kekaisaran Charlemagne dalam usaha yang disengaja untuk menyatukan tulisan tangan dan kebangkitan di Renaissance.

Menurut Jan-Olaf Tjader dalam Die nichtliterarischen lateinischen Papyri Italiens aus der Zeit 445-700 kursif Romawi baru dipengaruhi oleh pengembangan tidak hanya berhuruf besar, tapi dari semua skrip lain yang digunakan pada Abad Pertengahan. Jenis Gaelic adalah contoh dari penggunaan huruf besar pada masa Romawi kuno ini.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA