Selasa 31 Jan 2017 09:01 WIB

PBNU: Moderat Itu Ketika Mampu Sinkronkan Alquran dan Akal

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Ani Nursalikah
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj (kiri) didampingi Sekjen PBNU Helmy Faizal Zaini saat survei potret keberagaman muslim Indonesia di Kantor Pusat PBNU, Jakarta, Senin (30/1).
Foto: Republika/ Yasin Habibi
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj (kiri) didampingi Sekjen PBNU Helmy Faizal Zaini saat survei potret keberagaman muslim Indonesia di Kantor Pusat PBNU, Jakarta, Senin (30/1).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj mengklaim NU merupakan ormas Islam paling moderat di Indonesia. NU dinilai sebagai ormas Islam yang paling berhasil menyinkronkan Alquran dan akal.

"NU itu paling moderat, sebab moderat itu ketika mampu menyinkronkan teks (Alquran) dengan akal," kata Said Aqil saat mengomentari rilis survei tentang Keberagaman Muslim di Indonesia, Senin (30/1).

Namun, ia mengakui sifat moderat itu memang masih sulit dipraktikkan warga NU yang berada di lapisan bawah. Padahal, NU cuma memiliki tiga prinsip dasar untuk menjadi seorang Nahdliyin, yaitu beragama Islam, berahklak mulia dan menghormati ulama.

Meski begitu, Said merasa pemahaman umat Islam terhadap ahlusunnah wal jamaah masih terbilang rendah. Ia melihat masih banyak orang memberi dukungan terhadap gerakan-gerakan Islam garis keras, sedangkan itu sesuatu yang asing bagi Islam Indonesia.

Sedangkan, ia berpendapat, NU adalah satu-satunya ormas Islam yang mampu mempertahankan tradisi lokal Indonesia. Menurut Said, itu pula yang mendasari budaya diambil menjadi tema Peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama ke-91, sebagai ciri khas dari NU itu sendiri.

"Kita (NU) satu-satunya ormas yang mempertahankan tradisi," ujar Said Aqil.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement