Senin 30 Jan 2017 18:10 WIB

Harlah Jadi Pengingat Strategi Dakwah NU

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Agung Sasongko
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj memberikan tausiyah saat membuka tasyakuran Harlah PBNU ke 91 di Jakarta, Jumat (16/5) malam.
Foto: Republika/ Tahta Aidilla
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj memberikan tausiyah saat membuka tasyakuran Harlah PBNU ke 91 di Jakarta, Jumat (16/5) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Panitia Harlah ke-91 Nahdlatul Ulama, Masduki Baidlowi, menekankan pesan yang tertanam dari tema tahun ini. Pesan itu adalah agar NU tidak meninggalkan strategi dakwah yang selama ini sukses dilakukan.

"Mengingatkan kembali NU terhadap strategi dakwahnya yang selama ini sudah berhasil, mari jangan ditinggalkan," kata Masduki kepada Republika.co.id, Senin (30/1).

Selama ini, kata dia, NU sudah berhasil menebarkan Islam melalui strategi dakwah yang sama, yang penuh toleransi tanpa ada keterpaksaan. Cara itu, lanjut Masduki, mampu menjahit paham keagamaan dan kebangsaan, sehingga tidak ada pertentangan dari keduanya.

Masduki melihat, jika di Timur Tengah paham keagamaan dan kebangsaan bisa bertentangan dan menumpahkan darah, semua itu dapat berjalan mulus di Indonesia. Bahkan, ketika itu berhasil, semua itu dapat dijadikan landasan dari sistem politik demokrasi yang ada di Indonesia.

"Saat berhasil, jadi landasan persemaian sistem politik demokrasi Indonesia," ujar Masduki.

Selain itu, tema Harlah Nahdlatul Ulama ke 91 diambil mengingat suasana di Indonesia yang sedang panas, terutama memasuki masa Pilkada. Menurut Masduki, kondisi itulah yang hendak didinginkan NU, tentu dengan pagelaran bernuansa budaya yang tidak lepas dari unsur Islami.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement