Rabu 07 Dec 2016 16:44 WIB

Kembali ke Tokyo, Risa Mizuno Putuskan Berhijab

Rep: Hasanul Rizqa/ Red: Agung Sasongko
Mualaf
Foto: Onislam.net
Mualaf

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Risa Mizuno mengenal Islam saat menjalani program pertukaran mahasiswa di Malaysia. Ia tinggal di rumah keluarga Muslim di Kuala Lumpur. Risa begitu terkesan dengan sikap mereka yang ramah dan bersahabat, meskipun ia berasal dari kebudayaan dan agama yang berbeda. Risa merasa menjadi bagian dari keluarga itu.

Sehari-hari, Risa tidak jarang menyaksikan bagaimana anggota keluarga mempraktikkan ibadah harian Islam, yang saat itu ia belum ketahui sebagai shalat lima waktu.

Pada November 2015, hidayah itu datang. Di hadapan keluarga Malaysia itu, Risa mengaku tertarik menjadi pemeluk agama Islam. "Ajaran Islam yang didasari kasih sayang, kepatutan, dan toleransi. Itulah yang aku lihat dari semua anggota keluarga Muslim tersebut, " kata Risa Mizuno, dalam wawancara dengan Aljazeera, seperti dikutip Islam In Japan Media, Juli 2016.

Begitu kembali ke kota kelahirannya, Tokyo, ia tidak menunggu waktu lama. Risa berkomitmen mengenakan hijab. Tentu saja, ia mengalami situasi ketika orang-orang di ibu kota Jepang itu, memandangnya aneh.

Di Tokyo, siapa pun cukup jarang menjumpai seorang perempuan berjilbab. Komunitas religius yang dominan adalah Shinto atau Buddha." Di stasiun kereta bawah tanah, aku merasa orang-orang memerhatikan. Bila sudah begitu, aku katakan pada diri sendiri bahwa mereka penasaran, kenapa aku menutup rambut? Apa aku orang Jepang atau turis asing,"katanya.

Sejak masuk Islam, pada November 2015 lalu, Risa semakin tekun mempelajari Alquran. Dia mulai pertama kali berpuasa Ramadhan ketika awal musim panas di Jepang.

Hal itu dilakukannya sambil bekerja di sebuah komisi pembangunan sekolah sains internasional yang rencananya terwujud pada 2020 mendatang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement