Ahad 20 Nov 2016 21:23 WIB

IPPNU Jatim Tanam 1.000 Pohon Penghijauan

Seorang warga menata pohon sengon (Albizia chinensis) sebagai tanaman penghijauan.
Foto: Antara/Jafkhairi
Seorang warga menata pohon sengon (Albizia chinensis) sebagai tanaman penghijauan.

REPUBLIKA.CO.ID, KEDIRI -- Para pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Timur, menanam 1.000 pohon dengan berbagai jenis. Penanaman pohon ini sebagai upaya mendukung program pemerintah yaitu penghijauan.

"Kami ikut memeringati Hari Pohon Se-Dunia, 21 November. Kegiatan in,i sebagai bentuk kepedulian kami pada lingkungan, dengan menyebar serta menanam pohon," kata Ketua Pimpinan Wilayah (PW) IPPNU Jatim Etika Rosana Fitri ditemui dalam apel penanaman 1.000 pohon oleh pelajar putri di Gedung Olahraga (GOR) Jayabaya Kediri, Ahad (20/11).

Rosana mengatakan, IPPNU merasa prihatin dengan kondisi lingkungan saat ini. Banyak tanaman rusak ditebang, sehingga memicu terjadinya musibah alam, seperti banjir dan tanah longsor.

Untuk itu, dia mengajak, para pelajar putri di Jatim untuk menanam pohon. Pohon tersebut ditanam di rumah serta lingkungan mereka, dan diharapkan ke depan bisa tumbuh dan baik dan membuat lingkungan semakin asri, dengan program penghijauan ini.

"Selain simbolis ditanam di sekitar GOR Jayabaya Kediri, peserta apel juga membawa tanaman untuk ditanaman di daerah mereka. Jenisnya juga beragam, ada buah, sengon, trembesi," katanya.

Selain dalam rangkaian menyambut Hari Pohon Se-Dunia, 21 November, Rosana menyebut, kegiatan ini juga sebagai salah satu agenda konferensi wilayah (Konferwil) PW IPPNU Jatim yang ke-19. Ia berharap, kegiatan yang diselenggarakan oleh PW IPPNU ini menjadi inspirasi bagi organisasi pelajar lainnya untuk semakin cinta dan semangat dalam peduli pada lingkungan.

Ketua DPRD Jawa Timur Abdul Halim Iskandar yang juga hadir dalam acara itu mengaku sangat mendukung kegiatan yang digelar oleh PW IPPNU tersebut. Apel tersebut bagus untuk konsolidasi internal baik kepentingan organisasi maupun demi meningkatkan sumber daya manusia (SDM).

"Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian kader NU di tingkat pelajar pada lingkungan dan ini merupakan kegiatan yang positif," katanya.

Dia mengatakan, pelajar adalah investasi utama untuk menjaga NKRI. Hal itu sudah dibuktikan dalam Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) 1936 yang digelar di Banjarmasin.

Saat itu, belum ada organisasi yang mengingatkan kader tentang menjaga NKRI, tapi NU saat ini sudah menyuarakan. Bahkan, dalam berbagai pertempuran, pemuda juga teguh memperjuangkan kemerdekaan.

Dia berharap, yang dilakukan oleh para pemuda tersebut bisa terus digalakkan. Ke depan, diharapkan terdapat kegiatan lain yang bermanfaat, demi meningkatkan kecintaan pemuda pada NKRI.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement