Rabu 26 Oct 2016 19:00 WIB

Masjid Al-Umari Dibangun dari Reruntuhan Bangunan Romawi

Rep: c15/ Red: Agung Sasongko
Masjid Al-Umari
Foto: rt.com
Masjid Al-Umari

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di mana Islam berkibar, di situ masjid berdiri. Tak lama setelah pasukan tentara Islam di era kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab berhasil menumbangkan dominasi Kekaisaran Romawi di kota Bushrah, Syam (kini Suriah), berdiri sebuah masjid di kota itu.

Masjid bersejarah yang terletak sekitar 140 km arah selatan dari Damaskus-ibu kota Suriah-itu bernama Masjid Al-Umari. Masjid tersebut merupakan satu dari beberapa masjid tertua dalam sejarah Islam yang masih bertahan hingga saat ini.

Masjid Al-Umari pertama kali dibangun pada era kepemimpinan Umar bin Khattab (586/590-644). Pembangunan masjid itu barus selesai pada 720 M oleh khalifah dari Bani Umayyah, Yazid bin Abdul Malik (687-724), yang berkuasa sejak 720 M hingga wafat.

Soal asal mula nama masjid itu, para sejarawan tak bisa memastikannya. Bisa jadi, nama masjid itu diambil dari Umar bin Khattab. Namun, bisa pula dari khalifah Umayyah bernama Umar II yang berkuasa pada 717-720 M.

Masjid ini terbilang unik. Betapa tidak, bangunan rumah ibadah kaum Muslim itu dibangun dengan batu-batu serta tiang-tiang dari puing beberapa bangunan Romawi di Kota Busra, termasuk dari puing kuil kafir yang lebih dahulu ada di kota itu. Karena itu, di sekitar Masjid Al-Umari sekarang dapat ditemukan sejumlah bangunan kuno yang menyisakan puing-puing reruntuhan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement