Rabu 19 Oct 2016 18:30 WIB

Jasa Nelayan Indonesia dalam Perkembangan Islam di Australia

Rep: Marniati/ Red: Agung Sasongko
Nelayan Indonesia
Nelayan Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perkenalan Islam di Australia telah dimulai pada 1600-an atau sekitar abad ke-16. Kedatangan Islam di Australia tak lepas dari campur tangan nelayan asal Indonesia.  (Baca: Muslim Australia Ingin Jadi Warga Negara yang Setia)

Dilansir dari islaminaustralia.com, nelayan Muslim dari Pulau Sulawesi di kepulauan Indonesia mulai mengumpulkan teripang (siput laut) dari Australia utara pada pertengahan 1600-an. Nelayan Muslim Indonesia ini berasal dari Makassar dan bugis. Nelayan ini sering disebut makassans.

Dalam proses pengumpulan teripang, Muslim Indonesia sering melibatkan warga dari suku Aborigin Australia. Mereka dipekerjakan dengan imbalan ketentuan. Akibatnya, suku Aborigin dan nelayan Muslim Indonesia memiliki ikatan kuat yang berlangsung berabad-abad. Bukti keberadaan Muslim Indonesia ke Australia ini dapat dilihat dalam bentuk peninggalan berupa artefak dan budaya dari beberapa orang Aborigin utara.

Lalu pada periode 1860-1900, umat Islam yang menetap di Australia berasal dari Afghanistan. Mereka adalah penunggang unta yang bermigrasi dan menetap di Australia selama pertengahan hingga akhir abad ke-19. Kedatangan berikutnya adalah pada 1866 ketika 31 orang dari Rajasthan dan Baluchistan tiba di Australia selatan.

Jones, Philip G and Kenny, dalam Australia's Muslim cameleers: pioneers of the inland (1860-1930) menyebutkan, meskipun mereka berasal dari beberapa negara, mereka biasanya dikenal di Australia sebagai "Afghanistan" dan mereka adalah pembawa Islam pertama di Australia dan diakui secara formal.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement