Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Zakat Berkontribusi dalam Pembanguan Berkelanjutan

Rabu 28 Sep 2016 20:10 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Baznas menandatangani komitmen untuk menetapkan Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai acuan dalam program pemberdayaan zakat di seluruh Indonesia.

Baznas menandatangani komitmen untuk menetapkan Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai acuan dalam program pemberdayaan zakat di seluruh Indonesia.

Foto: Baznas

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menandatangani komitmen untuk menetapkan 'Tujuan Pembangunan Berkelanjutan' atau Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai acuan dalam program pemberdayaan zakat di seluruh Indonesia. Komitmen ini ditandatangani Direktur Amil Zakat Nasional Baznas, Arifin Purwakananta bersama pimpinan lembaga-lembaga dunia lain dalam acara high level side event Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat Rabu (21/9).

Menurut Arifin, Baznas menempatkan SDGs sebagai cara pandang alternatif dalam mengukur dan memandu program-program pemberdayaan zakat.  Kerangka berfikir alternatif ini diperlukan karena SDGs telah menjadi kesepakatan bangsa-bangsa untuk diterapkan hingga akhir 2030. Baznas yang menjadi motor dari gerakan zakat di Indonesia, memandang SDGs sebagai instrumen mewujudkan kemajuan Indonesia yang selaras dengan visi Baznas. Yaitu menyejahterakan mustahik, mengentaskan kemiskinan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mendorong kesehatan masyarakat dan seluruh aspek lainnya dalam pemberdayaan mustahik.

“Gerakan zakat yang dipimpin Baznas tentu memiliki cara pandang sendiri  dalam mengembangkan atau mendorong kesejahteraan masyarakat. Dunia telah memiliki konsep maqoshid assar’iyyah dan konsep turunan lainnya sebagai landasan Islam dalam menyejahterakan umat,” katanya kemarin.

Ia mengatakan, jika pembangunan oleh Baznas dapat diukur dalam keberhasilan SDGs, maka ada beberapa keuntungan yang  diperoleh, di antaranya umat Islam melalui gerakan zakat dapat dikenal sebagai kelompok atau komunitas masyarakat yang ikut serta dalam pembangunan. Melalui penandatanganan komitmen tersebut berarti seluruh program pemberdayaan  mustahik oleh Baznas nantinya dapat diukur sebagai keberhasilan SDGs di Indonesia. Baznas berharap dapat menjadi motor untuk  berkontribusi dalam program SDGs di dunia.

SDGs adalah salah satu platform pembangunan dunia untuk memperbaiki kehidupan manusia dan ditetapkan pada 1 Januari 2016, SDGs kemudian diimplementasikan di berbagai negara. Selain keterlibatan pemerintah, seluruh negara yang mengadopsi konsep SDGs juga melibatkan komponen-komponen masyarakat lain, yaitu korporasi, civil society atau Non Goverment Organization (NGO) dan lembaga-lembaga filantropi lain.

Indonesiapun menetapkan empatplatform pembangunan tersebut menjadi pilar terwujudnya SDGs di Indonesia.Seluruh program BAZNAS saat ini terdapat dalam 17 kerangka SDGs.  Antara lain masalah kemiskinan, hingga saat ini seluruh program BAZNAS menyasar pada pengentasan kemiskinan sebab kemiskinan merupakan asnaf (golongan yang berhak menerima) zakat terbesar. Bidang lain yaitu pendidikan untuk meningkatkan kualitas manusia, BAZNAS berkontribusi sebesar 25 persen dari seluruh dana zakat yang terhimpun.

Dari 17 program SDGs, gerakan zakat menekankan pada 11 isu, yaitu pemberantasan kemiskinan, menghapuskan kelaparan, peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, kesetaraan gender, air bersih dan sanitasi, energi,pertumbuhan ekonomi, mengurangi kesenjangan, perubahan iklim dan kemitraan.

“Kita memiliki keyakinan bahwa problematika umat hanya dapat diselesaikan oleh umat itu sendiri. Sehingga SDGs akan membantu gerakan zakat dalam meyakinkan masyarakat dunia bahwa gerakan zakat dapat menjadi komponen kunci dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan umat,” katanya.

Maka dengan ini gerakan zakat diharapkan mewujudkan berbagai program yang akan mengembangkan mustahik (penerima) zakat mencapai kesejahteraannya sekaligus diukur melalui ukuran SDGs. Sehingga pada gilirannya zakat akan menjadi sebuah alternatif untuk menyelesaikan permasalahan dunia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA