Rabu 28 Sep 2016 20:00 WIB

Masjid Maladewa Jadi Warisan Budaya Dunia

Male Hukuru Miskiiy, Masjid Agung Maladewa
Male Hukuru Miskiiy, Masjid Agung Maladewa

REPUBLIKA.CO.ID, MALADEWA -- Dirjen Departemen Cagar Budaya UNESCO Hawwa Nazla menghadiri UNESCO Memory of the World Training of the World Workshop selama sepekan ini di Maladewa. Acara ini bertujuan untuk mencari warisan budaya dari 20 delegasi dari kawasan Asia Pasifik tiap negara yang dapat menjadi nominasi UNESCO International Memory of the World Register.

Dilansir dari Fujitimes, Rabu (28/9) Nazla tertarik dengan upacara iTaukei sebagai sambutan kedatangannya. Selain itu dia berharap Maladewa dapat memiliki warisan budaya dunia yang diakui berusia 400 tahun.

Salah satu nominasinya adalah masjid agung atau Male Hukuru Miskiiy yang terbuat dari batu karang dengan prasasti. "Kami telah mengajukan warisan budaya dengan tulisan arab di dinding barat Masjidil Haram. Kaligrafi tersebut masih dalam daftar pilihan di tahun 2008 dan saat ini kami sedang bekerja untuk melestarikan masjid tersebut agar masuk ke dalam daftar permanen," jelas dia.

Sementara itu prasasti yang terdapat di Masjid Agung Maladewa telah berusia sekitar 360 tahun. "Meskipun masjid pada umumnya memiliki prasasti tetapi dimasjid ini berbeda, karena terdapat penjelasan bahan konstruksi yang diperoleh dan langkah-langkah pembangunan," jelas dia.

Apalagi bahan dasar masjid tersebut adalah batu karang yang saat ini sulit sekali menemukan batu karang di Maladewa. Sehingga masjid baru di Maladewa tidak ada yang dibuat dari batu karang dan hanya Masjid Agung saja yang tersisa. Informasi yang terdapat dalam prasasti di Masjid Agung Maladewa tidak dapat ditemukan di tempat lain.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement