Senin 12 Sep 2016 10:00 WIB

Ketika Islam Bersemi di Siberia

Rep: c08/Berbagai Sumber/ Red: Agung Sasongko
Masjid Tulip Siberia
Foto: Muslimvillage
Masjid Tulip Siberia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Apa yang terbayang di benak Anda mengenai kawasan Siberia? Boleh jadi, yang segera terbayang adalah salah satu wilayah di Rusia dengan hamparan padang es dan cuaca yang sangat ekstrem.

Bayangan seperti itu tidak salah. Namun, yang patut pula diketahui, Siberia ternyata merupakan salah satu tempat berseminya agama Islam.

 

Secara geografis, Siberia adalah satu kawasan di Rusia yang mencakup hampir seluruh Asia Utara dan sebagian Eurasia. Siberia terbentang dari pegunungan Ural ke Samudra Pasifik di bagian timur. Bagian tengah-utara berbatasan dengan Kazakhstan dan sebelah selatan berbatasan dengan Mongolia dan Cina. Wilayah ini merupakan 77 persen dari seluruh luas Rusia. Namun, dari kawasan yang luas itu hanya 30 persen yang dihuni oleh manusia.

Bila melihat lagi sejarah Islam, mungkin kita bakal terhenyak karena di masa lalu cahaya Islam pernah bersinar begitu terang di Siberia. Hal ini dimungkinkan karena Siberia termasuk dalam wilayah yang dikuasai Muslim. 

Pada sekitar sembilan abad silam, umat Islam banyak mendiami kawasan selatan Siberia. Bahkan, nama Siberia sendiri diberikan oleh kaum Muslimin, bukan oleh kaum komunis Rusia. Secara etimologi, seperti dilansir laman onislam.net, nama Siberia berasal dari kata xibe yang merupakan bahasa dari Asia Timur Laut yang artinya ‘tanah tidur’.

Kaum Muslimin yang menguasai wilayah itu pada abad ke-13 memilih wilayah barat daya Siberia sebagai lokasi bermukim. Mereka memilih kawasan tersebut karena kaya potensi alam untuk menopang hidup selama bertahun-tahun.

Barulah ketika memasuki era modern, Xibe diganti dengan Siberia. Rusia mulai menguasai wilayah Siberia pada 1598. Saat itu, Rusia menyerang habis-habisan kelompok Muslim dari suku Khanate yang berkuasa di Sibir Raya. Sejak saat itulah, Siberia dikuasai secara penuh oleh Rusia. Rusia kemudian mengerahkan rakyatnya untuk menduduki dan mengeksploitasi kekayaan alam Siberia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement