Senin 29 Aug 2016 03:07 WIB

Pemilik Restoran Usir Dua Muslimah dan Sebut Muslim Teroris

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Teguh Firmansyah
Mahasiswi Muslimah Prancis (ilustrasi)
Foto: Alarabiya.net
Mahasiswi Muslimah Prancis (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Sebuah video yang merekam seorang pemilik restoran menolak dua wanita Muslim di pinggiran Kota Paris ramai dibicarakan di media sosial. Video tersebut memicu kemarahan dan protes dari masyarakat di Prancis.

Seperti dilansir dari BBC, dalam video itu terekam seorang pria yang berbicara pada dua wanita berhijab, "Teroris adalah Muslim dan semua Muslim adalah teroris."

Insiden tersebut terjadi di restoran Le Cenacle yang terletak di Tremblay-en-France pada Sabtu (27/8) malam waktu setempat. Kemudian, pada Ahad (28/8) pagi, pria tersebut meminta maaf pada sekelompok orang yang berkumpul di luar restorannya.

Pria tersebut beralasan, ujaran itu keluar karena isu mengenakan burkini di Pantai Prancis. Selain itu, pria tersebut juga mengaku memiliki seorang teman yang meninggal di Bataclan, dalam serangan pada November lalu.

Baca juga, Muslimah di Jerman Ini Memilih Dipecat daripada Buka Jilbab.

Dalam video itu, salah satu wanita menjawab, "Kami tidak ingin dilayani oleh orang rasis." Kemudian, pria itu membalas, "Rasis tidak membunuh orang. Saya tidak ingin orang-orang seperti Anda di tempat saya."

Seperti diketahui, pada Ahad sore ada ketegangan terjadi antara pria yang ada dalam video dengan sekelompok pemuda. Kantor polisi setempat menolak memberikan keterangan atas peristiwa itu

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement