REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nama Maryam Jameela, di mata sebagian kalangan bisa jadi kontroversial, tetapi, perjalanan spiritual perempuan yang semula penganut Yahudi ini, menarik untuk dijadikan sebagai renungan.
Pola pikir tentang agama yang ada pada diri Jameela tidak terlepas dari latar belakang kehidupannya sebagai sarjana.
Perempuan kelahiran 23 Mei 1934 ini tertarik dengan Islam terjadi ketika ia remaja. Sebelum berislam, ia mempunyai nama asli Margaret Marcus. Datang dari keluarga Yahudi, Margaret dibesarkan di lingkungan multietnis di New York, Amerika Serikat. Keluarganya tinggal di Jerman selama empat generasi dan kemudian berasimilasi ke Amerika.
Advertisement