Jumat 19 Aug 2016 04:13 WIB

Masjid Soofi Ikon Kota Ladysmith

Rep: Amri Amrullah/ Red: Agung Sasongko
 Masjid Soofi Ladysmith
Foto: visualphotos.com
Masjid Soofi Ladysmith

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masjid Soofi atau dikenal Masjid Ladysmith menjadi satu di antara 12 masjid yang terkenal karena menjadi bagian sejarah dan ikon kota ini. Masjid ini telah ditetapkan Pemerintah Kota Ladysmith menjadi bangunan penting, setara dengan Siege Museum, bangunan penanda Perang Boer Kedua (1899-1902), antara Belanda dan negara Persemakmuran. Dari sejarah itu, Inggris yang memenangkan pertempuran semakin memperkuat penjajahannya di Afrika Selatan.

Masjid Soofi dibangun sekitar 1895, sebelum akhirnya diperluas struktur bangunannya pada 1960. Masjid ini berdiri di tepi Sungai Klip, sungai penting yang mengalir dari Kota Johannesburg mengarah ke selatan hingga ke Durban. Karim “Chacha” Jamaloodeen, seorang Muslim asal Mumbai, menjadi perancang masjid ini. Ia merupakan satu di antara para imigran Muslim asal India yang menguasai pembangunan masjid. Ia menghabiskan waktu selama tiga tahun untuk menyelesaikan bangunan Masjid Soofi ini.

Struktur bangunan awal masjid ini terbilang cukup sederhana, yakni hanya terbuat dari campuran pasir dan semen. Campuran semen pasir dan semen tersebut kemudian dicetak dengan struktur besi seperti beton dan kembali diplester pada bagian dinding. Ia pun menggunakan berbagai alat tukang yang dibawa dari India. Masjid ini kemudian mengalami renovasi dan perluasan setelah lebih kurang 50 tahun berdiri.

Ketika masjid rampung, bangunan ini digunakan sebagai madrasah hingga 1903. Sebab, kemudian seorang Persia membangun sebuah madrasah sebagai penggantinya. Kemudian dibangun pula rumah anak yatim piatu. Sebagian kawasan utara digunakan sebagai areal permakaman, juga sebuah panti jompo.

Di samping rumah yatim terdapat sebuah dapur dan tempat berwudhu. Di dapur itulah  dipersiapkan makanan bagi seluruh penghuni. Pada pintu masuk ke Darbar, dibangun pula penginapan bagi para musafir.

Kompleks ini pun dilengkapi sebuah fasilitas kesehatan. Sebuah klinik dibangun dekat bangunan utama rumah yatim.

Konstruksi pintu masuk bangunan yang indah itu mengingatkan arsitektur Moghul di India, dibangun pada awal 1920-an dan tuntas pada 1930-an.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement