Jumat 19 Aug 2016 03:27 WIB

Sentuhan Imigran di Masjid Soofi Afrika Selatan

Rep: Amri Amrullah/ Red: Agung Sasongko
Masjid Soofi Ladysmith
Foto: sa-venues.com
Masjid Soofi Ladysmith

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Kota Ladysmith terletak di dekat kawasan perbatasan selatan Kota Johannesberg dan utara Kota Durbin. Kota ini didirikan pada 1847 oleh pemukim Boer yang kemudian diambil alih oleh Inggris. Nama kota ini berasal dari istri Gubernur wilayah Cape Colony Spanyol, Lady Juana Maria de los Dolores Smith. Ladysmith berkembang pada 1886 setelah dibukanya jalur kereta api yang memberikan peran penting pada perekonomian wilayah ini. Dari situ berbagai peristiwa peperangan dan perebutan wilayah terjadi di kaki bukit Dranesberg dekat kota ini sekarang.

Dan salah satu yang menjadi peristiwa penting adalah perang Inggris dengan koloni Boer asal Belanda. Beberapa bangunan penting peristiwa itu ikut menandakan sejarah kota ini, sekaligus menjadi landmark kota, seperti Patung Gandhi yang menandakan keikutsertaan pasukan Inggris India bertempur bersama pasukan Inggris, Balai Kota Ladysmith, Siege Museum, dan Masjid Soofi yang menandakan bagian penting bangunan yang telah ada sejak peristiwa tersebut berlangsung.

Kombinasi arsitektur, ornamen, dan eksterior warna yang didominasi putih dengan atap berwarna hijau menjadikan Masjid Soofi menjadi yang terindah di kawasan selatan negara ini. Selain aspek kesejarahannya, keindahan arsitektur ini pula yang menjadikan Masjid Soofi dipersembahkan sebagai salah satu ikon atau landmark utama di Kota Ladysmith, bersanding dengan berbagai bangunan bersejarah dan landmark lainnya di kota ini.

Keberadaan masjid di wilayah Afrika Selatan tidak bisa lepas dari peran para imigran dari kawasan Asia Selatan. Para imigran yang kebanyakan dari India dan Pakistan ini mendiami beberapa wilayah di Afrika Selatan dan membentuk komunitas Muslim yang kuat dan membaurkan diri dengan penduduk asli di Afrika Selatan. Dalam sejarahnya, para pedagang Muslim dari India bermigrasi dan menetap di wilayah Afrika Selatan, pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.

Termasuk seorang ulama, Hazrath Soofi Saheb, yang berasal dari Hyderabad dan memilih menetap di kawasan Kota Ladysmith di Distrik Uthukela, Provinsi Kwazulu-Natal, Afrika Selatan. Di kawasan ini, ia sebagai pedagang yang juga ulama terkenal mendirikan 12 bangunan masjid. Selain masjid, Hazrath Soofi juga membangun 36 madrasah yang tersebar di berbagai wilayah di Afrika Selatan.

Sosok ulama Hazrath Soofi dianggap sebagai penerus dakwah Syekh Yusuf asal Makassar yang telah memulai dakwah Islam di tanah apartheid ini. Ke-12 masjid dan 36 madrasah ini yang kemudian menjadi cikal bakal lahirnya komunitas India Muslim di Afrika Selatan. Salah satu masjid yang memiliki sejarah, yang didirikan oleh ulama yang bermigrasi dari India, adalah Masjid Soofi di Kota Ladysmith.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement